HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara soal video viral yang memperlihatkan tantangan menghafal Al Quran di salah satu booth festival musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Dalam video yang beredar di media sosial, pengunjung disebut mendapat imbalan berupa minuman keras (miras) setelah mampu menghafalkan salah satu surah dalam Al Quran.
Pramono mengecam kegiatan tersebut. Menurutnya, promosi minuman keras yang dikaitkan dengan kegiatan keagamaan tidak seharusnya terjadi di Jakarta.
“Yang berkaitan dengan promosi minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat kita jaga bersama di Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota, Selasa.
Minta Jajarannya Ambil Tindakan
Pramono mengatakan dirinya telah meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Ia meminta persoalan tersebut ditangani secara serius dan tindakan tegas diambil sesuai kewenangan.
Pramono menegaskan kejadian semacam itu tidak boleh terjadi di Ibu Kota. Ia juga menyayangkan kegiatan tersebut sampai muncul dan menjadi perhatian publik.
Menurutnya, kehidupan beragama di Jakarta selama ini perlu dijaga bersama sehingga kegiatan promosi yang mengaitkan minuman keras dengan simbol keagamaan dinilai tidak tepat.
Video Challenge Al Quran Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video yang menjadi sorotan tersebut beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat sebuah booth produk minuman beralkohol mengadakan tantangan kepada pengunjung festival musik. Tantangan tersebut berupa menghafalkan salah satu surah dalam Al Quran, yakni Surah Adh-Dhuha.
Seorang pengunjung kemudian terlihat menghafalkan ayat-ayat surah tersebut satu per satu di hadapan orang-orang yang berada di sekitar booth.
Setelah pengunjung menyelesaikan hafalannya, orang-orang di sekitar lokasi terdengar memberikan tepuk tangan.
Dalam video yang sama, tantangan tersebut disebut memberikan imbalan yang diduga berupa minuman keras kepada pengunjung yang berhasil menghafalkan surah.
Video itu kemudian memicu reaksi dan perdebatan di media sosial.
Kasus tersebut juga tengah menjadi perhatian aparat kepolisian. Pihak berwenang sebelumnya menyatakan masih mendalami video viral tersebut untuk mengetahui rangkaian kejadian dan menentukan langkah hukum selanjutnya.



