HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sobat Holopis, pernah menemukan memar berwarna kebiruan atau keunguan di lengan maupun kaki tanpa mengingat pernah terbentur? Kondisi seperti ini cukup sering dialami, terutama oleh wanita.
Pada umumnya, memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit pecah akibat benturan sehingga darah merembes ke jaringan sekitar. Namun, jika memar muncul terlalu sering atau tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan tubuh yang normal hingga masalah kesehatan tertentu.
Berikut ini Sobat Holopis, beberapa penyebab wanita lebih mudah mengalami memar.
1. Kulit Lebih Tipis Dibanding Pria
Secara alami, wanita memiliki kulit yang cenderung lebih tipis dibandingkan pria. Kondisi ini membuat pembuluh darah di bawah kulit lebih mudah mengalami cedera akibat benturan ringan yang terkadang bahkan tidak disadari.
Seiring bertambahnya usia, lapisan lemak yang melindungi pembuluh darah juga akan berkurang sehingga memar lebih mudah muncul.
2. Kekurangan Vitamin Tertentu
Tubuh membutuhkan vitamin C dan vitamin K untuk menjaga kesehatan pembuluh darah serta membantu proses pembekuan darah.
Apabila asupan kedua vitamin tersebut kurang, pembuluh darah menjadi lebih rapuh sehingga memar dapat muncul lebih mudah. Kekurangan vitamin C juga dapat menyebabkan gusi mudah berdarah dan luka yang lebih lama sembuh.
3. Pengaruh Obat-obatan
Beberapa jenis obat diketahui dapat meningkatkan risiko memar, terutama obat pengencer darah, aspirin, kortikosteroid, maupun beberapa suplemen seperti minyak ikan dan ginkgo biloba jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu.
Obat-obatan tersebut dapat memengaruhi proses pembekuan darah sehingga memar lebih mudah terbentuk meski benturannya ringan.
4. Perubahan Hormon
Perubahan hormon yang terjadi selama menstruasi, kehamilan, atau menjelang menopause juga dapat memengaruhi kondisi pembuluh darah pada sebagian wanita.
Meski umumnya bukan penyebab utama, perubahan hormon dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif sehingga memar lebih mudah terlihat.
5. Gangguan Pembekuan Darah
Pada beberapa kasus, memar yang sering muncul dapat menjadi tanda adanya gangguan pembekuan darah, seperti penyakit Von Willebrand atau kelainan trombosit.
Selain memar, kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti mimisan yang sering terjadi, perdarahan menstruasi berlebihan, atau perdarahan yang sulit berhenti saat terluka.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Sobat Holopis, memar yang muncul setelah terbentur umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu.
Namun, jika memar sering muncul tanpa sebab yang jelas, ukurannya besar, terasa sangat nyeri, atau disertai perdarahan lain seperti gusi berdarah, mimisan berulang, atau darah sulit membeku, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan kekurangan nutrisi, efek obat, atau gangguan pembekuan darah yang memerlukan penanganan khusus.
Untuk membantu mencegah memar, pastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta lakukan pemeriksaan kesehatan apabila keluhan terus berulang atau semakin sering terjadi.



