HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyatakan bahwa transformasi layanan pertanahan yang sedang dilakukan pihaknya harus berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Aceh, Jumat (24/7), ia meminta jajaran di sana untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan melalui sistem yang lebih cepat, transparan, dan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat.
“Capaian kita adalah transformasi di bidang pelayanan. Apa pun yang kita lakukan, ujungnya adalah pelayanan. Tujuan utamanya adalah memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai penerima layanan,” kata Nusron dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Kepada seluruh Kepala Bidang, Kepala Kantor Pertanahan dan Kepala Seksi se-Provinsi Aceh, Menteri Nusron mengingatkan untuk setiap satuan kerja melakukan pembenahan agar kualitas layanan semakin baik.
Dengan pembenahan tersebut, ia ingin layanan pertanahan makin mudah diakses, memiliki standar waktu yang jelas, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Transformasi pelayanan pertanahan dilaksanakan melalui penguatan sistem kerja yang lebih terukur.
“Kalau kita bicara pelayanan publik, kata kuncinya ada dua, yaitu sistem dan sinten (sumber daya manusia). Sistemnya harus semakin baik agar pelayanan menjadi lebih cepat, lebih sederhana, lebih transparan, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai pelayan publik, seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN, termasuk Kanwil BPN dan Kantah di Aceh diminta untuk memprioritaskan urusan layanan pertanahan dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Layani masyarakat dengan hati. Permudah setiap urusan masyarakat,” tutupnya.


