HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah hingga saat ini masih dirasakan masyarakat. Menurunnya ketersediaan sumber air bersih berdampak pada 500 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.700 jiwa di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Guna menangani bencana tersebut, petugas menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada masyarakat sekaligus mengisi tandon-tandon air yang disiapkan di wilayah terdampak. Total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 30 ribu liter atau setara enam tangki,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (24/7).
Selain kekeringan, dampak musim kemarau juga memicu terjadinya karhutla di sejumlah daerah. Salah satunya terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut diketahui setelah warga melihat kepulan asap yang berasal dari lahan jati seluas sekitar tiga hektare di Desa Sragen, Kecamatan Sambungmacan.
“Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan tidak menimbulkan korban jiwa,” imbuhnya.
Kejadian serupa juga dilaporkan di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Karhutla menghanguskan lahan seluas kurang lebih lima hektare di Desa Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur.
Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Minahasa bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan perangkat desa segera melakukan upaya pemadaman di lokasi. Api akhirnya berhasil dikendalikan sehari sesudahnya.
“Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” tegasnya.
Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau, termasuk kekeringan dan karhutla.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.
“Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijaksana, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait. Kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci dalam mencegah, meminimalkan dampak bencana dan melindungi keselamatan warga,” imbaunya.


