Merauke Bersiap Jadi Raja Beras Indonesia! 48 Ribu Hektare Sawah Baru Bikin Papua Siap Panen Besar

0 Shares

MERAUKE, Holopis.com – Merauke bersiap jadi raja beras Indonesia. Sebanyak 48 ribu hektare sawah baru dikembangkan untuk mendongkrak produksi pangan dan panen besar di Papua.

Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat pengembangan pertanian nasional.

Melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang terus dipercepat pemerintah, wilayah paling timur Indonesia itu diproyeksikan menjadi salah satu lumbung beras terbesar di Tanah Air.

Besarnya potensi tersebut terlihat dari dominasi Merauke dalam pelaksanaan program pengembangan sawah di kawasan Papua.

Pemerintah menargetkan peningkatan produksi padi secara signifikan agar mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung visi Indonesia menuju swasembada pangan.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengungkapkan bahwa dari total sekitar 84 ribu hektare program cetak sawah yang telah direalisasikan di seluruh Tanah Papua, sebanyak 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke.

- Advertisement -

Angka tersebut menunjukkan lebih dari separuh pengembangan sawah baru di Papua dipusatkan di daerah tersebut.

Menurut Apolo, besarnya alokasi program itu menjadi bukti bahwa Merauke dipercaya sebagai kawasan strategis dalam mendukung produksi pangan nasional.

Dengan kondisi lahan yang luas serta dukungan pemerintah pusat, Merauke dinilai memiliki peluang besar menjadi sentra produksi beras di kawasan timur Indonesia.

Tidak hanya program cetak sawah, Merauke juga menjadi lokasi utama pelaksanaan program optimalisasi lahan (oplah).

Dari total sekitar 54 ribu hektare optimalisasi lahan yang dijalankan di seluruh Papua sepanjang 2024 hingga 2026, sekitar 53 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke.

Dominasi tersebut membuat hampir seluruh program optimalisasi lahan di Papua terpusat di wilayah Papua Selatan.

Pemerintah optimistis peningkatan produktivitas lahan akan memberikan dampak besar terhadap kenaikan hasil panen padi dalam beberapa tahun ke depan.

Apolo berharap berbagai program pertanian yang terus digelontorkan pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Ia menilai sektor pertanian akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Papua Selatan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Ke depan, Merauke bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan beras di wilayah Papua serta berkontribusi terhadap pasokan nasional.

Dengan produksi yang terus meningkat, bukan tidak mungkin daerah ini berkembang menjadi salah satu daerah pemasok beras terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menjelaskan bahwa daerahnya memiliki potensi lahan yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian modern.

Dari total luas wilayah sekitar 4,6 juta hektare, sekitar 1,2 juta hektare disiapkan menjadi lahan pertanian produktif.

Menurut Yoseph, potensi tersebut menjadi modal utama bagi Merauke dalam mendukung program pemerintah membangun lumbung pangan nasional.

Berbagai kegiatan pertanian kini terus diperluas, mulai dari pembukaan sawah baru hingga peningkatan produktivitas lahan yang telah ada.

Ia mengatakan program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan yang dimulai sejak tahun lalu kini telah memasuki tahap penanaman.

Dari sekitar 17 ribu hektare lahan yang dikerjakan, sekitar 3 ribu hektare telah berhasil ditanami lebih dahulu dan sisanya terus dipersiapkan agar dapat segera memasuki musim tanam berikutnya.

Pemerintah daerah menargetkan luas tambah tanam terus meningkat sepanjang tahun ini sehingga produksi gabah dan beras dapat tumbuh secara signifikan.

Saat ini, sebanyak 12 distrik di Kabupaten Merauke telah menjalankan program cetak sawah rakyat serta optimalisasi lahan.

Dengan bertambahnya areal tanam, pemerintah daerah memperkirakan produksi pertanian dapat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Peningkatan produksi tersebut diharapkan menjadi tonggak baru bagi Merauke sebagai pusat pertanian modern di kawasan timur Indonesia.

Selain menghasilkan beras dalam jumlah besar, pengembangan sektor pertanian juga diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui bertambahnya aktivitas ekonomi di pedesaan.

Untuk mendukung lonjakan hasil panen, Pemerintah Kabupaten Merauke juga mengusulkan penambahan berbagai fasilitas pascapanen, seperti Rice Milling Unit (RMU) dan mesin pengering gabah atau dryer.

Kehadiran fasilitas tersebut dinilai penting agar kualitas gabah yang dipanen tetap terjaga, mengurangi kehilangan hasil, serta meningkatkan nilai jual beras produksi petani.

Dengan dukungan infrastruktur pertanian yang semakin lengkap, pemerintah optimistis rantai produksi hingga distribusi beras dapat berjalan lebih efisien.

Hal ini sekaligus memperkuat daya saing beras asal Merauke di pasar domestik.

Transformasi Merauke dari wilayah yang selama ini dikenal dengan potensi sagu menuju kawasan sentra produksi padi menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program cetak sawah, optimalisasi lahan, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta pembangunan fasilitas pascapanen diharapkan mampu menjadikan Merauke sebagai kekuatan baru sektor pangan Indonesia.

Apabila seluruh target pengembangan lahan dan peningkatan produktivitas berhasil diwujudkan, Merauke bukan hanya berperan sebagai lumbung pangan bagi Papua Selatan, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu raja produksi beras Indonesia yang menopang kebutuhan pangan nasional di masa mendatang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU