JAKARTA – Pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), H. Syarif Hidayatullah, menyatakan dukungannya kepada Ustaz Novel Bamukmin di tengah beredarnya kabar mengenai penunjukannya sebagai komisaris di salah satu badan usaha milik negara (BUMN). Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, tidak ada alasan untuk mempermasalahkannya.
Syarif mengaku justru memberikan dukungan kepada Novel Bamukmin dan menilai polemik yang berkembang lebih banyak dipicu oleh pihak-pihak yang belum bisa menerima perubahan situasi politik maupun kepemimpinan nasional.
“Jika pun benar, apa yang salah?. Kami sebagai sesama satu kelompok tidak iri, bahkan sebaliknya, kami justru akan memberi support untuk kiprah kawan yang baik, kan,” kata Syarif dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2026).
Ia menilai munculnya berbagai komentar, meme, hingga narasi di media sosial yang mengaitkan Novel Bamukmin dengan jabatan komisaris BUMN merupakan bentuk respons negatif dari sejumlah pihak terhadap isu tersebut. Terlebih, Syarif juga menegaskan jika Novel Bamukmin memiliki rekam jejak panjang sebagai dai dan aktivis yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun perjuangan yang menurutnya berkaitan dengan kepentingan umat dan bangsa.
“Saya kira isu itu suatu aib. Apalagi beliau itu kan seorang mujahid dan Dai’ yang telah banyak makan asam garam perjuangan dalam menjaga negara dan agama serta membela rakyat dan pelayan umat. Artinya dari rekam jejak dan kapasitas saya kira tidak ada masalah ya,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Syarif mengungkapkan bahwa dirinya merupakan pihak yang mengajak Novel Bamukmin bergabung dengan ACTA saat organisasi tersebut melaporkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam perkara dugaan penistaan agama. Ia juga menyinggung pengalaman Novel yang pernah menjalani proses hukum karena kriminalisasi serta menghadapi berbagai bentuk tekanan saat melakukan aktivitas advokasi.
Menurut Syarif, perjuangan yang dilakukan Novel selama ini tidak didorong kepentingan pribadi, melainkan sebagai bagian dari apa yang disebutnya sebagai “jihad konstitusi”. Karena yang ditentang adalah persoalan kebangsaan dan keummatan.
Selain itu, Syarif mengaku telah mencermati profil perusahaan InJourney Hospitality yang dikaitkan dengan isu penunjukan Novel Bamukmin. Ia menyebut perusahaan tersebut memiliki rencana ekspansi ke Arab Saudi melalui pembangunan kawasan hotel di Makkah yang ditujukan untuk mendukung pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
Syarif menambahkan, pengalaman Novel dalam berbagai organisasi kemasyarakatan serta aktivitas kemanusiaan, termasuk saat menjadi relawan pada bencana tsunami Aceh tahun 2004, dinilainya menjadi modal untuk terus berkontribusi di berbagai bidang.
Di akhir pernyataannya, Syarif mengajak Novel Bamukmin untuk tetap fokus berkarya dan tidak terpengaruh oleh berbagai kritik maupun polemik yang berkembang.
“Untuk itu Ustad Novel Bamukmin, saya sebagai sahabatmu, teruslah berikiprah. Saya yakin tempatmu berjuang adalah lingkaran yang membutuhkan peran aktifmu. Soal isu-isu miring di luar sana, harapan saya jangan goyah. Jangan hiraukan para anjing menggonggong selama tidak menggigit, maka berkarya lah dengan amanah sesuai fungsi tugas negara,” tutup Syarief.


