HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ayam goreng ala restoran cepat saji selalu berhasil menggugah selera berkat teksturnya yang renyah di luar, tetapi tetap lembut dan juicy di bagian dalam. Tak heran jika banyak orang mencoba membuatnya sendiri di rumah. Sayangnya, hasilnya sering kali belum sesuai harapan. Kulit ayam memang renyah saat baru diangkat dari penggorengan, tetapi tak lama kemudian mulai lembek dan kehilangan kerenyahannya.
Padahal, mendapatkan ayam goreng yang tetap crunchy lebih lama tidak hanya bergantung pada jenis tepung yang digunakan. Mulai dari proses marinasi, teknik melapisi ayam, hingga cara menggoreng dan meniriskannya turut menentukan hasil akhir. Dengan beberapa langkah yang tepat, ayam goreng buatan rumah pun bisa memiliki tekstur yang tak kalah renyah dengan ayam goreng ala restoran cepat saji.
Persiapan Sebelum Digoreng Sangat Menentukan
Rahasia pertama dimulai bahkan sebelum ayam masuk ke dalam minyak panas. Marinasi ayam selama beberapa jam, atau semalaman di dalam kulkas, dapat membuat bumbu meresap hingga ke dalam daging sekaligus menjaga teksturnya tetap lembut setelah matang.
Setelah dimarinasi, gunakan campuran tepung terigu dengan tepung maizena atau tepung beras agar lapisan luar menjadi lebih garing. Saat melapisi ayam, remas-remas tepung hingga membentuk tekstur yang sedikit bergerindil. Teknik sederhana ini akan menghasilkan kulit ayam yang lebih keriting dan renyah setelah digoreng.
Jangan langsung memasukkan ayam ke dalam minyak setelah dibalur tepung. Diamkan sekitar 10 hingga 15 menit agar lapisan tepung menempel lebih kuat. Langkah ini membantu mencegah tepung mudah terlepas saat proses penggorengan.
Teknik Menggoreng agar Crunchy Bertahan Lebih Lama
Selain persiapan, teknik menggoreng juga berperan besar dalam menghasilkan ayam yang tetap renyah. Gunakan minyak yang benar-benar panas dengan suhu sekitar 170 hingga 180 derajat Celsius. Minyak yang kurang panas membuat ayam menyerap terlalu banyak minyak sehingga kulitnya cepat lembek, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.
Hindari menggoreng terlalu banyak potongan ayam sekaligus karena dapat menurunkan suhu minyak. Goreng secara bertahap agar panas minyak tetap stabil dan ayam matang merata.
Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan teknik double fry atau menggoreng dua kali. Setelah ayam matang, angkat dan diamkan selama beberapa menit, lalu goreng kembali selama satu hingga dua menit dengan minyak yang lebih panas. Cara ini membantu mengurangi kadar air pada lapisan tepung sehingga teksturnya menjadi lebih garing dan tahan lama.
Setelah matang, tiriskan ayam di atas rak kawat, bukan di atas tisu dapur. Rak kawat memungkinkan uap panas keluar dari seluruh sisi ayam sehingga kulit tetap renyah lebih lama.
Selamat coba di rumah ya, Sobat Holopis!

