Viral! Calon Manajer Kopdes Merah Putih Latihan Pegang Senjata, Netizen: Ini Mau Ngurus Koperasi atau Tempur?

0 Shares

Jakarta, Holopis.com – Viral video calon manajer Kopdes Merah Putih latihan pegang senjata saat latsarmil. Netizen ramai mempertanyakan urgensi pelatihan tersebut.

Video calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengikuti latihan memegang senjata laras panjang saat menjalani Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) viral di media sosial.

Tayangan itu memicu perdebatan publik dan memunculkan pertanyaan soal relevansi materi pelatihan militer bagi calon pengelola koperasi desa.

Video tersebut beredar luas setelah diunggah akun Thread @zumaahmad pada 23 Juni 2026.

Dalam unggahan itu tampak sejumlah peserta latsarmil, termasuk perempuan, sedang mengikuti latihan dengan memegang senjata laras panjang.

Unggahan tersebut langsung ramai dikomentari warganet.

- Advertisement -

“Ngeri, lagi milih popok, takut ketembak. Paling aman belanja di warung tetangga. Warga jaga warga,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Viralnya video itu kembali menyorot pelaksanaan latsarmil yang dijalani para calon manajer koperasi.

Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan urgensi latihan ala militer, termasuk pembekalan memegang senjata, bagi peserta yang nantinya bertugas mengelola koperasi di desa.

“Sekedar bertanya, apa urgensinya calon manajer koperasi dilatih model tentara?” tulis akun @taufikd59 dalam kolom komentar.

Komentar bernada sindiran juga bermunculan. “Ini kalau ada yang nawar langsung dor kah?” tulis akun @0thello_kun.

Sementara akun @rmd_aneuk07 menyindir, “Cocoklah, karena KDMP terletak di tengah-tengah hutan, kuburan, gunung, tebing. Makanya perlu latihan gini.”

Akun lain, @noviiii_39, juga mempertanyakan arah pembekalan yang diberikan kepada calon pengelola koperasi.

“Lucu banget, penjaga toko disuruh latihan militer, yang militer itu sendiri disuruh buka dapur,” tulisnya.

Reaksi warganet tersebut memperlihatkan munculnya keraguan publik terhadap materi latsarmil yang dinilai terlalu jauh dari tugas utama pengelola koperasi.

Sebab, para calon manajer itu nantinya dipersiapkan untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, yang fokus utamanya berada di sektor ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat.

Sorotan terhadap program ini bukan kali pertama muncul.

Sebelumnya, latsarmil untuk peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang diproyeksikan menjadi pengelola koperasi juga menuai perhatian setelah tiga peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran.

Munculnya video latihan memegang senjata pun memperkuat kritik publik terhadap pendekatan pelatihan yang digunakan.

Banyak pihak menilai pelatihan bagi calon pengelola koperasi semestinya lebih diarahkan pada penguatan kapasitas manajerial, tata kelola usaha, pengelolaan keuangan, hingga pemberdayaan ekonomi desa, bukan pada materi bercorak militer.

Meski demikian, hingga video tersebut viral, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara terkait konteks latihan memegang senjata yang terekam dalam video.

Belum diketahui pula apakah latihan itu merupakan bagian inti dari kurikulum latsarmil atau sekadar pengenalan dasar dalam rangkaian pendidikan.

Ketiadaan penjelasan resmi membuat ruang spekulasi di media sosial semakin melebar.

Di satu sisi, ada yang menilai latihan tersebut berlebihan dan tidak relevan dengan kebutuhan calon manajer koperasi.

Namun di sisi lain, ada pula yang melihatnya sebagai bagian dari pembentukan disiplin, mental, dan ketahanan fisik peserta selama menjalani program.

Terlepas dari perdebatan itu, viralnya video calon manajer Kopdes Merah Putih berlatih memegang senjata telah menempatkan program latsarmil kembali dalam sorotan publik.

Penyelenggara kini didorong untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan, materi, dan urgensi pelatihan militer bagi calon pengelola koperasi desa agar polemik yang berkembang di masyarakat tidak semakin meluas.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU