Sadis Tak Masuk Akal! Korban Dipaksa Tato Wajah dan Nama Taufik di 3 Titik Tubuh Sekaligus

0 Shares

BANDUNG, Holopis.com – Korban diduga dipaksa menato nama dan wajah Taufik di tiga titik tubuh, termasuk tangan dan dada, dan langsung viral serta memicu kemarahan publik.

Kasus penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR di Bandung yang menyeret nama Taufik Hidayat kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan baru yang beredar di media sosial.

Setelah pelaku ditangkap di wilayah Majalengka, sejumlah unggahan viral menyebut korban tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga diduga dipaksa melakukan tato di beberapa bagian tubuhnya dengan konten yang berkaitan langsung dengan pelaku.

Informasi tersebut pertama kali muncul melalui unggahan akun X @terlanjurmapan pada 23 Juni 2026.

Dalam unggahan itu disebutkan adanya tiga titik tato di tubuh korban yang diduga dibuat atas perintah Taufik Hidayat.

Tato tersebut disebut berada di tangan kiri, tangan kanan, serta bagian dada korban.

- Advertisement -

Lebih jauh, isi tato yang beredar dalam narasi unggahan itu memuat nama pelaku, nama korban, serta gambar wajah Taufik Hidayat.

Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu reaksi keras dari warganet, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran informasi tersebut.

“Tangan kiri, tangan kanan, dan dada korban dipaksa ditatto tulisan dan gambar muka si Taufik. Sc: HP istri kebetulan temenan sama korban dan sekarang lagi nangis sambil scroll-scroll berita penangkapan tersangka,” tulis akun @terlanjurmapan dalam unggahannya yang viral di platform X.

Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian publik dan telah dilihat ratusan ribu pengguna media sosial.

Banyak warganet mengaku terkejut sekaligus marah dengan dugaan tindakan yang dinilai tidak manusiawi tersebut, terutama karena melibatkan unsur pemaksaan terhadap tubuh korban.

Sejumlah komentar di media sosial menilai dugaan tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan ekstrem yang meninggalkan trauma mendalam bagi korban.

Salah satu akun, @masbrotalks, menulis, “Super edan sih! Udah ninggalin trauma masih dalam itu sampai badan si korban ditato wajah pelaku. Dasar psikopat.”

Komentar lain datang dari akun @cg_pratamalink yang menyampaikan kemarahan dengan menulis, “Manusia semacam gini nggak pantas dilindungi HAM. Semoga materi penjara nanti.”

Sementara itu, akun @opinilicious juga turut mengungkapkan reaksinya terhadap kabar tersebut dengan menulis, “Sakit jiwa ini tersangka, gila edan.”

Gelombang reaksi di media sosial menunjukkan bahwa kasus ini telah berkembang menjadi perhatian luas publik, terutama karena rangkaian dugaan kekerasan yang sebelumnya sudah lebih dulu mencuat, mulai dari penganiayaan hingga dugaan penyekapan korban.

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi pemaksaan tato tersebut.

Aparat disebut masih melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang beredar, termasuk memverifikasi kebenaran unggahan media sosial yang kini menjadi viral.

Polisi juga menegaskan bahwa setiap informasi yang berkembang di ruang publik akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan pembuktian hukum yang sah, sehingga masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi dari penyidik.

Kasus Taufik Hidayat sendiri sebelumnya telah menjadi perhatian publik setelah ia ditangkap di Majalengka atas dugaan penganiayaan terhadap korban YTR.

Dalam beberapa video yang beredar, tersangka juga sempat memberikan keterangan terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami korban, yang kemudian semakin memicu perhatian luas masyarakat.

Rangkaian kasus ini membuat publik terus mengikuti perkembangan penyidikan, terutama karena munculnya berbagai dugaan tindakan kekerasan yang dinilai semakin berat dari waktu ke waktu.

Dari penganiayaan fisik, dugaan penyekapan, hingga kini muncul isu pemaksaan tato yang memperluas spekulasi publik di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Taufik Hidayat masih dalam tahap penyidikan oleh pihak kepolisian.

Aparat disebut masih mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, serta menelusuri seluruh dugaan tindakan yang muncul dalam laporan maupun informasi di media sosial.

Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian luas publik nasional, terutama karena berbagai dugaan kekerasan yang muncul secara bertahap dan memicu reaksi keras masyarakat di dunia maya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU