Ngaku Tak Menyekap Korban, Taufik Hidayat Justru Beberkan Kronologi Kenapa Bibir YTR Rusak Sampai Gigi Rontok

0 Shares

BANDUNG, Holopis.comTaufik Hidayat membantah telah menyekap korban YTR dan justru membeberkan kronologi kejadian yang menyebabkan luka pada bibir hingga gigi korban rontok akibat pukulan helm.

Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR asal Bandung yang telah ditangkap polisi di wilayah Majalengka, kembali menjadi sorotan publik setelah video pemeriksaannya beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Taufik membantah tuduhan penyekapan, namun justru membeberkan kronologi dugaan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian wajah hingga kehilangan gigi.

Video yang diunggah sejumlah akun media sosial memperlihatkan Taufik berada di dalam mobil aparat kepolisian setelah diamankan.

Dalam percakapan dengan petugas, ia berusaha meluruskan sejumlah tuduhan yang sebelumnya berkembang di ruang publik, termasuk soal dugaan penyekapan.

“1,5 tahun, bukan disekap,” ujar Taufik dalam video yang viral di platform X, merujuk pada klaimnya mengenai hubungan dengan korban.

- Advertisement -

Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi luas di kalangan warganet, mengingat kasus ini sebelumnya ramai diberitakan sebagai dugaan penganiayaan berat yang disertai penahanan korban.

Lebih jauh, Taufik juga menjelaskan kronologi kekerasan yang diduga menyebabkan luka serius pada korban YTR.

Ia menyebut bahwa luka pada bagian bibir korban terjadi akibat pukulan menggunakan helm, bukan karena benda tajam sebagaimana sempat beredar di sejumlah unggahan media sosial.

“Ku helm, giginya copot satu. Dua kali kan dipukul,” kata Taufik dalam video tersebut.

Pengakuan itu sontak menyebar cepat dan memicu gelombang komentar dari masyarakat di berbagai platform digital.

Banyak netizen menilai pernyataan tersebut justru memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan fisik yang dilakukan secara serius terhadap korban.

Sejumlah warganet menyoroti nada bicara Taufik dalam video yang dinilai tidak menunjukkan penyesalan.

Salah satu akun menulis, “Denger dia ngomong gitu malah bikin makin geram, kayak nggak ada rasa bersalah sama sekali,” tulis akun @ririnvoices di X.

Komentar lain datang dari akun @gelapmalam_ yang menuliskan, “Kalau sudah sampai gigi rontok dan bibir luka parah, itu bukan hal ringan. Harusnya hukum benar-benar tegas.”

Sementara itu, akun @nurhanif88 juga mengungkapkan kemarahannya dengan menulis, “Ini bukan sekadar penganiayaan biasa, tapi sudah masuk kekerasan serius. Jangan sampai ada pembelaan yang aneh-aneh lagi.”

Reaksi keras juga muncul dari pengguna lain yang menyoroti perbedaan antara pengakuan tersangka dan fakta yang tengah didalami penyidik kepolisian.

“Dia bilang bukan disekap, tapi mengakui ada pemukulan pakai helm sampai gigi korban copot. Ini jelas harus diusut tuntas,” tulis akun @redvoice_id.

Kasus ini sendiri bermula dari laporan korban berinisial YTR yang melaporkan dugaan penganiayaan di wilayah Bandung.

Laporan tersebut kemudian berkembang setelah korban disebut mengalami luka serius dan pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap di Majalengka.

Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk mengumpulkan bukti tambahan serta keterangan dari berbagai pihak.

Aparat juga masih menelusuri dugaan adanya unsur penyekapan yang sebelumnya dilaporkan oleh korban.

Sementara itu, pernyataan Taufik yang membantah penyekapan namun mengakui adanya tindakan kekerasan fisik menjadi perhatian khusus penyidik.

Aparat disebut akan mencocokkan keterangan tersangka dengan hasil visum dan keterangan saksi.

Di tengah proses hukum yang berjalan, opini publik terus berkembang di media sosial.

Banyak warganet menilai kasus ini harus ditangani secara transparan dan tanpa intervensi.

“Semoga polisi benar-benar adil, jangan sampai kasus seperti ini cuma jadi tontonan viral lalu hilang begitu saja,” tulis akun @justiceforvictimid.

Akun lain, @suaramalam, juga menyampaikan harapan agar korban mendapatkan keadilan penuh.

“Korban sudah menderita luka fisik dan mental. Harus ada pertanggungjawaban hukum yang jelas,” tulisnya.

Di sisi lain, sebagian warganet mengingatkan agar publik tetap menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menarik kesimpulan prematur.

“Jangan langsung simpulkan dari video viral saja, biar polisi yang kerja sesuai bukti,” tulis akun @netralview.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan rinci terkait pasal yang akan dikenakan kepada Taufik.

Namun, kasus ini dipastikan telah masuk tahap penyidikan dan menjadi perhatian serius aparat mengingat adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan luka berat pada korban.

Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah potongan video pengakuan Taufik menyebar luas dan memicu reaksi publik yang beragam, mulai dari kemarahan hingga tuntutan keadilan bagi korban YTR.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU