HOLOPIS.COM, BANDUNG – Masjid Raya Al-Jabbar yang terletak di kawasan Gedebage, Kota Bandung, kini menjelma menjadi destinasi wisata religi utama yang terus memikat ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap harinya.
Rumah ibadah yang kerap dijuluki sebagai “Masjid Terapung” ini menyajikan pesona estetika yang luar biasa karena dibangun di tengah-tengah danau retensi seluas hampir tujuh hektare.
Danau buatan yang mengelilingi rumah ibadah tersebut tidak hanya berfungsi estetis sebagai cermin raksasa, melainkan juga berfungsi penting sebagai infrastruktur pengendali banjir di kawasan Bandung Timur.
Ikon baru Jawa Barat ini dirancang langsung oleh Ridwan Kamil sejak tahun 2015, diletakkan batu pertamanya pada 2017, hingga akhirnya diresmikan secara merata pada tanggal 30 Desember 2022.
Struktur utama tempat ibadah ini dirancang dengan dimensi lantai berukuran 99×99 meter tanpa menggunakan tiang penyangga tengah, yang merujuk langsung pada jumlah Asmaul Husna.
Ketiadaan tiang di dalam ruang utama memberikan kesan ruang ibadah yang sangat lapang, megah, dan khusyuk bagi puluhan ribu jemaah yang datang beribadah.
Keunikan arsitektur masjid ini juga terlihat pada bagian fasad luar yang dilapisi oleh 6.136 lembar kaca khusus yang disusun menyerupai sisik ikan raksasa yang berkilauan.
Desain bangunan ini merupakan perpaduan harmonis antara arsitektur modern kontemporer, sentuhan seni dekoratif khas Jawa Barat, serta aksentuasi kubah bergaya Kesultanan Turki Utsmaniyah.
Salah satu detail interior yang sangat filosofis adalah keberadaan 27 pintu masuk berhiaskan ukiran batik khas yang merepresentasikan 27 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Barat.
Secara keseluruhan, kompleks rumah ibadah megah senilai satu triliun rupiah ini memiliki daya tampung jemaah yang sangat besar, mencapai 33.000 orang sekaligus pada area dalam dan luar.
Selain sebagai tempat ibadah, kawasan ini dilengkapi dengan taman edukasi bertema sejarah 25 Nabi dan Rasul yang tersebar di sekeliling area luar bangunan utama.
Pada bagian lantai dasar, para wisatawan dapat mengunjungi Galeri Rasulullah, sebuah museum interaktif modern berteknologi tinggi yang memamerkan sejarah perkembangan Islam di Nusantara.
Kehadiran menara setinggi 99 meter di sudut luar juga turut mempertegas kemegahan arsitektur serta memperindah lanskap pegunungan yang mengelilingi Kota Kembang tersebut.
Lokasi masjid di kawasan timur Bandung kini semakin mudah diakses oleh wisatawan luar daerah berkat kedekatan posisinya dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Tegalluar.
Masjid Raya Al-Jabbar kini tidak hanya berdiri kokoh sebagai simbol spiritualitas warga Jawa Barat, melainkan juga sebagai pusat peradaban baru yang terus menggerakkan roda ekonomi daerah sekitar.


