HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mitsubishi Motors Corporation resmi mengumumkan peluncuran versi penyegaran (facelift) terbaru dari mobil listrik mungil (kei car) andalannya, Mitsubishi eK Cross EV. Mobil ramah lingkungan dengan wujud tangguh ini dijadwalkan mulai didistribusikan ke jaringan dealer resmi di Jepang pada Kamis, 25 Juni 2026.
Kehadiran model anyar ini membawa angin segar bagi pasar kendaraan perkotaan yang padat. Pabrikan berlogo tiga berlian tersebut menyematkan sejumlah pembaruan estetika serta peningkatan fungsionalitas teknologi guna memanjakan konsumen domestik mereka di Negeri Sakura.
Dari segi visual, kendaraan kompak ini kini mengusung filosofi desain yang lebih bersih namun tetap mempertahankan karakter tangguh layaknya versi mini dari Mitsubishi Xpander. Desain wajah khas Dynamic Shield yang sangat populer di Asia mendapatkan penyesuaian estetika yang cukup signifikan.
Perubahan paling mencolok terlihat pada area bumper depan yang kini didominasi oleh panel sewarna bodi, berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan banyak aksen plastik hitam kasar. Ubahan kosmetik tersebut sukses membuat tampilan eK Cross EV tampak lebih ramah lingkungan sekaligus modern.
Tepat di bagian atas gril, terdapat bilah lampu LED tipis yang melintang secara horizontal untuk memberikan kesan futuristik yang kuat saat berkendara di malam hari. Kombinasi lampu utama bertingkat yang ikonik tetap dipertahankan, namun kini dipadukan dengan lubang udara bawah yang berukuran lebih ringkas.
Bergeser ke area samping, Mitsubishi memutuskan untuk menanggalkan pelindung plastik hitam (cladding) yang sebelumnya mengitari lengkungan roda dan side skirt. Langkah penyederhanaan tersebut memperkuat kesan minimalis dan elegan saat mobil melaju membelah jalanan kota metropolitan.
Tidak hanya merombak tampilan luar, interior eK Cross EV versi 2026 ini juga mendapatkan sentuhan pembaruan teknologi demi kenyamanan harian penggunanya. Pada trim tertinggi, yakni tipe P, dasbor mobil kini telah terintegrasi dengan porta pengisian daya ganda tipe USB-A dan USB-C yang lebih kekinian.
Sistem keselamatan berkendara juga ditingkatkan melalui fitur inovatif berupa pengingat kursi belakang atau Rear Seat Alert. Fitur pintar tersebut berfungsi memberikan peringatan suara serta visual kepada pengemudi agar tidak melupakan barang bawaan atau penumpang anak-anak di baris belakang saat mematikan mesin.
Di balik kap mesin mungilnya, kendaraan listrik perkotaan ini masih mengandalkan motor listrik tunggal yang mampu menyemburkan tenaga maksimum sebesar 63hp dan torsi instan mencapai 195 Nm. Karakteristik penyaluran tenaga instan ini dinilai sangat responsif untuk bermanuver di jalanan sempit dan padat khas Asia Timur.
Sektor penyimpanan daya ditunjang oleh paket baterai litium-ion kompak berkapasitas 20 kwh. Melalui kapasitas daya tersebut, mobil mungil ini diklaim sanggup menempuh jarak sejauh 180 Km dalam sekali pengisian daya penuh berdasarkan pengujian standar WLTC Jepang.
Kemampuan unik yang paling menyita perhatian publik adalah fungsinya sebagai generator listrik berjalan atau Vehicle-to-Home (V2H) dan Vehicle-to-Load (V2L). Melalui fitur tangguh ini, pemilik dapat mengalirkan daya listrik cadangan dari baterai mobil ke perangkat elektronik rumah tangga hingga batas maksimal 1.500 watt.
Di pasar domestik Jepang, eK Cross EV terbaru dipasarkan dengan harga mulai dari 2.446.400 Yen atau setara dengan kisaran Rp 270 juta Sementara itu, untuk varian tertingginya dibanderol sebesar 3.214.200 Yen yang setara dengan Rp 355.5 juta sebelum dipotong subsidi kendaraan ramah lingkungan.
Popularitas mobil listrik kompak di Jepang memang terus meningkat pesat berkat kepraktisannya dalam memecahkan masalah kemacetan dan lahan parkir yang terbatas. Kehadiran versi penyegaran ini juga menjadi jawaban langsung dari Mitsubishi untuk membendung penetrasi produsen global yang mulai gencar merilis model sejenis.
Bagi konsumen di Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia dikabarkan masih meneliti dan mengkaji peluang pasar secara matang. Meskipun sempat dipamerkan di beberapa ajang pameran otomotif nasional, pihak agen pemegang merek mengaku masih sangat berhati-hati dalam merancang kalkulasi harga jual.
Agar dapat bersaing secara sehat dengan dominasi mobil listrik mungil asal Tiongkok di tanah air, opsi perakitan secara lokal menjadi langkah paling realistis yang harus diambil. Studi kelayakan mendalam terus dilakukan guna memastikan rantai pasok lokal siap sebelum kendaraan mungil futuristik ini resmi mengaspal di jalanan Indonesia.

