HOLOPIS.COM, JAKARTA – Uni Eropa menyetujui bantuan tambahan sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun untuk Angkatan Bersenjata Lebanon. Bantuan tersebut diumumkan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Kamis (4/6), di tengah situasi gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang masih dinilai rapuh.
Melalui unggahan di platform X, Kallas menyebut kesepakatan gencatan senjata terbaru membuka peluang untuk mencegah konflik berskala besar kembali pecah di kawasan tersebut. Namun, ia mengingatkan kondisi di lapangan masih sangat rentan akibat bentrokan yang terus berlangsung.
“Gencatan senjata terbaru antara Israel dan Lebanon memberikan peluang untuk mencegah kembalinya permusuhan berskala penuh,” tulis Kallas, dikutip Holopis.com, Jum’at (5/6).
Ia juga menyinggung tewasnya seorang personel penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang disebut semakin menunjukkan rapuhnya situasi keamanan. Menurut Kallas, insiden tersebut menjadi tanda bahwa kesepakatan yang tercapai masih berada dalam kondisi tidak stabil.
Sebelumnya, Israel dan Lebanon diketahui mencapai kesepakatan gencatan senjata di Washington pada Rabu (3/6). Kesepakatan itu bergantung pada penghentian total serangan dari kelompok Hizbullah serta penarikan seluruh anggota Hizbullah dari wilayah Litani Selatan.
Meski demikian, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan perlawanan terhadap Israel akan terus berlangsung selama serangan terhadap Lebanon masih terjadi.
“Permukiman Israel akan tetap tidak aman selama pendudukan dan serangan terhadap wilayah Lebanon masih berlangsung,” ujar Qassem.
Di sisi lain, seorang personel UNIFIL dilaporkan tewas akibat serangan mortir yang menurut Israel berasal dari Hizbullah.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun berharap perundingan yang sedang berlangsung di Washington dapat menghasilkan solusi positif bagi kedua negara. Ia berharap pembicaraan tersebut dapat mendorong penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan serta pengerahan penuh Angkatan Darat Lebanon hingga ke perbatasan internasional.

