JAKARTA, HOLOPIS.COM – Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati mengklaim, bahwa pemulihan ekonomi di Indonesia pada tahun 2021 hampir merata di semua sektor.
Meskipun demikian, Menteri Keuangan RI tersebut mengatakan bahwa percepatan pemulihan di masing-masing sektor masih berbeda.
“Tergantung pada jenis aktivitas usaha dan dampak dari pandemi terhadap sektor-sektor tersebut,” kata Menkeu dalam Konferensi Pers KSSK, Rabu (2/2).
Hal tersebut menurut Sri Mulyani, adalah scaring effect yang perlu diwaspadai. Ia menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mencari cara agar scaring effect tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Pada saat yang bersamaan, memulihkan perekonomian yang lebih merata antar berbagai sektor dan antar berbagai daerah di Indonesia,” ujar Menkeu.
Kinerja ekonomi Indonesia meningkat dipicu oleh beragam insentif yang diberikan pemerintah, salah satunya yakni insentif pajak.
Berdasarkan data yang dipaparkan KSSK, insentif PPN perumahan yang diikuti oleh pelonggaran Rasio Loan To Value (LTV) Untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value (FTV) untuk pembiayaan properti, dan uang muka untuk kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka), dinilai efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi di sektor perumahan.
OJK juga melakukan pelonggaran aset tertimbang menurut risiko (ATMR), ketentuan tarif premi asuransi dan ketentuan uang muka perusahaan pembiayaan.
Semua bauran ini mampu mendongkrak kredit perumahan hingga Rp465,5 triliun rupiah sepanjang 2021.
Kemudian di sektor otomotif, pemerintah juga menanggung PPnBM pada setiap pembelian kendaraan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dilakukan untuk sektor otomotif untuk kelompok tertentu,” ujarnya.
Kebijakan tersebut dipadukan dengan pelonggaran ATMR dan uang muka perusahaan pembiayaan yang dicanangkan OJK, serta kebijakan dari BI terkait dengan uang muka kredit kendaraan.
Alhasil, realisasi kredit kendaran per Desember 2021 berhasil mencapai Rp97,45 triliun.
“Capaian tersebut sejalan dengan pendingkatan penjualan mobil di tahun 2021 sebesar 863.300 dibandingkan 578.300 pada 2020,” ungkapnya.


