Bolivia Membara! Demo Besar Tuntut Presiden Mundur, Jalanan Lumpuh Total

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aksi protes di Bolivia terus berlangsung dengan menyerukan reformasi kebijakan pertanian, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Serikat pekerja utama negara itu, Serikat Pekerja Pusat Bolivia (COB), mengeluarkan seruan pemogokan sejak Jumat lalu. Aksi itu dilakukan bertepatan dengan protes reformasi ketenagakerjaan di seluruh dunia untuk memperingati Hari Buruh Internasional.

Dari laporan Aljazeera yang dikutip pada Rabu, (13/5), negara Amerika Selatan itu sudah menghadapi kekurangan mata uang, yang menyebabkan krisis ekonomi terbesar dalam 40 tahun terakhir. Mogok nasional pun masih berlangsung.

Pun, COB bersama dengan pekerja transportasi dan pendidikan, turun ke jalan, yang menyebabkan bentrokan dengan polisi. Petugas penegak hukum menembakkan gas air mata ke arah demonstran di dekat istana presiden di La Paz, dan di El Alto yang berdekatan.

Di sisi lain, pekerja publik memblokir jalan dengan bus, mobil, dan truk. Mereka menuntut Presiden Rodrigo Paz Pereira mundur.

Bolivia saat ini menghadapi krisis anggaran. Kebijakan pemerintah yang mengakhiri subsidi bahan bakar justru memberi tekanan pada kelas pekerja negara itu.

- Advertisement -

Subsidi bahan bakar yang dipotong Rodrigo Paz Pereira sudah berlangsung selama beberapa dekade dan mempertahankan harga bensin pada level tahun 2006.

Akibatnya, bahan bakar berkualitas menjadi semakin sulit diakses. Para pekerja transportasi mengatakan bahwa mereka terpaksa menggunakan bahan bakar berkualitas rendah dan mengklaim bahwa, karena itu, mobil, truk, dan bus mereka mengalami kerusakan mesin.

Mereka menuntut kompensasi dari pemerintah Presiden Rodrigo Paz atas kerusakan tersebut.

Aksi mogok tersebut menghentikan transportasi umum di beberapa kota besar di seluruh negeri. Di antaranya adalah ibu kota administratif, La Paz, serta El Alto, Cochabamba, Oruro, dan ibu kota konstitusional, Sucre.

Menurut Asosiasi Jalan Raya Bolivia, aksi tersebut telah menyebabkan setidaknya 70 blokade jalan.

Satu liter bahan bakar diesel di bawah subsidi berharga 3,72 bolivianos ($2,06 per galon) dan bensin premium berharga 3,74 bolivianos ($2,05 per galon).

Tanpa subsidi, harga tersebut sekarang melonjak menjadi 9,80 bolivianos ($5,40 per galon) untuk diesel dan 6,96 bolivianos ($3,84 per galon) untuk bensin premium.

Para pekerja transportasi juga menuntut antrean yang lebih pendek di SPBU, serta perbaikan jalan.

Bolivia menghadapi krisis anggaran dan kekurangan cadangan devisa. Tahun lalu, Rodrigo Paz dan pemerintahannya yang berhaluan tengah-kanan menggantikan kaum sosialis yang telah berkuasa selama beberapa decade.

Kemudian, pada saat itu, Paz mengatakan bahwa negara tersebut berada dalam “darurat ekonomi, keuangan, energi, dan sosial”.

Ketika Paz menjabat, total utang negara mencapai 95 persen dari PDB, dan negara tersebut mengalami defisit yang konsisten yang mencerminkan runtuhnya harga komoditas negara tersebut pada 2014.

Kemudian, cadangan likuid Bolivia kurang dari satu bulan impor, menurut analisis dari lembaga pemikir ekonomi global non-partisan Finance for Development Lab.

Dalam upaya untuk menstabilkan ekonomi pada bulan Februari, pemerintah Paz meminta bantuan keuangan sebesar $3,3 miliar dari Dana Moneter Internasional. Hal itu seperti yang pertama kali dilaporkan oleh media internasional Bloomberg.

Pada bulan Maret, menteri keuangan negara tersebut mengklaim bahwa negara akan melakukan pembayaran kupon obligasi dolar. Hal itu menyebabkan Moody’s menaikkan peringkat kredit negara tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU