HOLOPIS.COM, SEMARANG – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Semarang berlangsung tanpa aksi demonstrasi. Ribuan buruh memilih merayakan dengan jalan sehat
Seorang buruh dari PT Semarang Garmen, Mardia, mengaku lebih nyaman dengan peringatan yang berlangsung santai dibanding turun ke jalan.
“Kami bangga bisa ikut jalan sehat begini. Kalau demo malah khawatir nanti dadi ambyar (berantakan). Lebih baik jalan sehat begini saja. Semoga ke depan buruh tambah sukses, jaya, dan selamat semua,” ujarnya.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Kabupaten Semarang, Sumanta, juga menilai pendekatan dialog kini lebih diutamakan dibanding aksi demonstrasi.
“Penyampaian aspirasi tidak harus selalu turun ke jalan kalau komunikasinya lancar. Kecuali kalau sudah buntu, tidak ada titik temu, baru kita bergerak. Tapi di Kabupaten Semarang, Pak Bupati cukup responsif terhadap tuntutan kami,” jelasnya.
Menurutnya, forum komunikasi seperti Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit menjadi ruang efektif untuk menyampaikan aspirasi pekerja tanpa harus melalui aksi massa.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut buruh sebagai pahlawan ekonomi atas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,37 persen.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh serikat pekerja dan buruh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi, khususnya di wilayah Ungaran dan Jawa Tengah pada umumnya. Kalianlah pahlawan dalam rangka mengembangkan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Hidup buruh!” katanya.



