HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dengan perubahan perubahan lanskap konflik global, ancaman terhadap sebuah negara tak lagi selalu datang dalam bentuk serangan fisik. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa medan perang kini telah bergeser, dari darat, laut, dan udara menuju ruang siber dan informasi.
Pesan itu disampaikan Jenderal Agus saat Apel Dansat TNI Tahun 2026 di Universitas Pertahanan RI, Bogor. Apet Dansat itu menjadi forum penting menyatukan arah kepemimpinan seluruh komandan satuan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Kegiatan ini tidak sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum strategis untuk memastikan kesiapan TNI dalam menghadapi ancaman non-konvensional sekaligus mengawal agenda prioritas nasional.
Dalam arahannya, Jenderal Agus menyoroti perubahan signifikan dalam karakter ancaman global dan regional. Ia menegaskan bahwa perang modern kini mencakup serangan siber hingga manipulasi informasi melalui media.
Kondisi ini menuntut respons cepat, adaptif, dan terukur dari seluruh jajaran TNI agar tak tertinggal dalam menghadapi dinamika konflik generasi baru.
Tak hanya bicara ancaman, Jenderal Agus juga menekankan pentingnya transformasi di level kepemimpinan satuan. Para komandan diminta tidak lagi mengandalkan pola lama, melainkan berani berinovasi dalam membina dan melatih prajurit.
“Para Komandan harus berinovasi dalam proses melatih anak buahnya kemudian juga sayangi anggota dengan memberikan latihan yang berat sesuai tuntutan penugasan,” kata Jenderal Agus, dalam keterangan Pusat Penerangan TNI yang dikutip pada Jumat, (1/5/2026).
Menurutnya, kualitas prajurit tak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik. Namun, juga kesiapan mental dan kemampuan menghadapi situasi yang terus berubah.
Di tengah tekanan tugas dan kompleksitas ancaman, Jenderal Agus mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan loyalitas antar satuan. Nilai spiritual juga ditekankan sebagai fondasi moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jangan lupa berdoa setiap kegiatan, tetap kompak, loyal,” tutupnya.
Apel Dansat TNI 2026 juga menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga strategis, menunjukkan bahwa tantangan pertahanan tidak bisa dihadapi secara sektoral.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...