HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana cuaca ekstrem melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah sejak beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kejadian ini ditandai dengan munculnya angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta infrastruktur.
“Termasuk tiang listrik di area terdampak. Dampak dari kejadian tersebut turut dirasakan oleh masyarakat setempat,” kata Abdul Muhari dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Senin (20/4).
Abdul menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Pulau Petak, tepatnya di Desa Tatas Hilir. Dampak yang ditimbulkan cukup signifikan bagi masyarakat setempat, dengan total 11 kepala keluarga atau 23 jiwa terdampak.
“Dari jumlah tersebut, dua kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat guna menghindari risiko lanjutan dan memastikan keselamatan. Dampak tersebut turut disertai dengan kerusakan fisik pada bangunan dan infrastruktur,” jelasnya.
Kerugian materiil yang tercatat meliputi dua unit rumah warga mengalami rusak berat, sembilan unit rumah mengalami rusak ringan, serta satu unit tiang listrik terdampak.
Kerusakan ini menyebabkan terganggunya aktivitas warga, khususnya terkait kebutuhan tempat tinggal dan akses listrik.
“Dalam upaya penanganan, pihak kecamatan dan desa setempat telah melakukan pendataan di lokasi kejadian sekaligus melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak. Selain itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan perbaikan jaringan listrik untuk memulihkan aliran listrik di wilayah tersebut,” terangnya.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
“Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca dari instansi berwenang, menjaga kebersihan lingkungan seperti saluran air dan drainase, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terdapat tanda-tanda potensi bahaya,” imbaunya.
“Selain itu, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko, ancaman bahaya serta dampak yang ditimbulkan,” sambungnya.

