HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kesiapan tempur prajurit kembali diuji. Komandan Pasmar 1, Mayjen (Mr) Ili Dasili, memimpin langsung latihan kesiapsiagaan satuan yang digelar di Kesatrian Marinir Hartono, Jakarta Selatan, Rabu, kemarin.
Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL, latihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat respons cepat prajurit dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Hal itu baik militer maupun non-militer yang semakin kompleks.
Latihan difokuskan untuk mengukur kesiapan individu prajurit, unsur persenjataan, serta soliditas satuan dalam merespons perintah secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Tak hanya itu, sistem komando dan kendali juga diuji untuk mengevaluasi efektivitas rantai komando, komunikasi, hingga koordinasi antar unsur dalam satuan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap lini mampu bergerak secara sinkron dalam situasi darurat.
Kegiatan latihan diawali dengan Tactical Floor Game (TFG), yakni simulasi taktis untuk memetakan kondisi keamanan satuan sekaligus menentukan titik-titik pertahanan strategis.
Melalui simulasi ini, prajurit dilatih memahami skenario ancaman secara menyeluruh sebelum diterapkan dalam latihan lapangan.
Skenario Serangan Gabungan
Dalam skenario latihan, Kesatrian Marinir Hartono digambarkan mendapat serangan gabungan berupa serangan darat dan udara.
Menghadapi situasi itu, seluruh prajurit bersama unsur persenjataan bergerak cepat menempati posisi steling guna membentuk sistem pertahanan yang solid.
Respons cepat ini menjadi indikator utama kesiapan tempur prajurit dalam menghadapi situasi nyata di lapangan.
Dalam arahannya, Danpasmar 1 Mayjen Ili Dasili menyampaikan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi setiap prajurit.
Dia bilang setiap prajurit harus mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi setiap dinamika tugas.
“Ancaman ke depan semakin kompleks, sehingga menuntut kesiapan fisik, mental, serta kemampuan tempur yang selalu terasah,” kata Ili Dasili, dikutip pada Kamis, (9/4/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak hanya datang dari konflik bersenjata, tetapi juga berbagai situasi darurat lainnya.
Melalui latihan ini, kemampuan teknis, taktis, dan mental prajurit diharapkan terus meningkat.
Pasmar 1 tak hanya dipersiapkan untuk menghadapi ancaman tempur. Namun, juga operasi non-militer seperti penanganan bencana alam, pengamanan objek vital, hingga misi kemanusiaan.

