TNI AL Geber Kualitas Prajurit Kapal Selam, Intip Teknologi Latihan Canggih di Prancis

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Upaya perkuat kekuatan tempur bawah laut Indonesia terus digenjot. TNI Angkatan Laut mengambil langkah strategis dengan menggandeng mitra internasional untuk memastikan kualitas prajurit kapal selam mampu bersaing di level global.

Melalui Dinas Operasi Angkatan Laut (Disopslatal), delegasi TNI AL melakukan kunjungan resmi ke French Naval Base Saint-Mandrier, Prancis. Langkah itu untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas pelatihan profesional bagi pengawak kapal selam.

- Advertisement -

Kunjungan yang berlangsung pada 30 Maret hingga 1 April 2026 ini dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Hariyo Poernomo bersama jajaran perwira TNI AL.

Fokus utama kegiatan adalah inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas pelatihan di Defense Conseil International (DCI) Saint-Mandrier School, yang dikenal sebagai pusat pelatihan militer berteknologi tinggi.

- Advertisement -

Delegasi menerima paparan dari pimpinan DCI School, Patrice Binet, terkait kurikulum pelatihan yang dijadwalkan dimulai pada Juni 2026.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, delegasi melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas simulator canggih, mulai dari:

Simulator Combat Information Center (CIC) kapal selam; Simulator sonar dan ruang kendali kapal selam Laboratorium radar;
Simulator electronic warfare (R-ESM & C-ESM) Sekolah penyelaman militer dan laboratorium peralatan selam.

Fasilitas ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesiapan tempur prajurit tanpa harus bergantung sepenuhnya pada latihan di laut terbuka.

Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL, yang dikutip pada Minggu, (5/4/2026), salah satu prioritas utama dalam program ini adalah penguasaan teknologi Low Frequency Analyzing and Recording (LOFAR), yang berperan penting dalam mendeteksi target bawah air secara akurat.

Kemampuan ini menjadi krusial di era peperangan modern. Dengan keunggulan deteksi sering kali menentukan hasil pertempuran.

Selain aspek teknis, delegasi juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung seperti akomodasi prajurit. Hal itu untuk menjamin kenyamanan selama pelatihan berlangsung.

Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama strategis. Dalam audiensi dengan Direktur DCI Groupe France, René-Jean Crignola, dibahas kemungkinan pengembangan pelatihan ke sektor lain.

Tidak hanya pengawak kapal selam, kerja sama ke depan juga berpotensi mencakup awak kapal permukaan, kapal ranjau, hingga satuan pasukan khusus TNI AL.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dalam membangun kekuatan yang siap operasi dan siap tempur.

Dengan menggandeng institusi berpengalaman internasional, TNI AL menargetkan lahirnya prajurit kapal selam yang tidak hanya tangguh, tetapi juga memiliki standar kompetensi global.

“Melalui kerja sama internasional dengan institusi berpengalaman seperti DCI France, TNI AL optimis dapat mencetak prajurit pengawak kapal selam yang andal, tangguh, dan memiliki kompetensi berstandar global dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan nusantara,” demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AL dikutip pada Minggu, (5/4/2026).

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru