HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna mengambil langkah konkret untuk perkuat aspek keselamatan dan pengawasan penerbangan. Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya intensitas lalu lintas udara di wilayah perbatasan.
Dalam keterangannya, Lanud RSA Natuna punya upaya yang salah satunya melalui penataan area drainase runway paralel yang dinilai krusial bagi visibilitas pengendalian lalu lintas udara.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau ini bukan sekadar pekerjaan teknis biasa. Penataan difokuskan pada area yang selama ini berpotensi mengganggu jarak pandang dari menara pengawas (tower) ke runway, sebuah elemen vital dalam menjamin keselamatan operasional penerbangan.
Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi turun langsung mengerahkan alat berat. Pengerahan alat berat itu untuk meratakan timbunan material pasir yang mengendap di sekitar drainase runway paralel.
Area bekas timbunan yang masih membentuk akumulasi menjadi prioritas utama untuk dibenahi.
“Penataan difokuskan pada timbunan material pasir, termasuk area bekas timbunan yang masih membentuk akumulasi di drainase runway paralel,” demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AU, dikutip pada Senin, (20/4/2026).
Dengan penataan itu, tak mengganggu visibilitas pengawasan penerbangan.
Pun, penataan itu diharapkan mampu menghilangkan hambatan visual yang bisa mengganggu pengawasan pergerakan pesawat. Hal itu terutama di tengah meningkatnya frekuensi penerbangan di Natuna, baik untuk kepentingan sipil maupun militer.
Dalam pelaksanaannya, pengawasan dilakukan secara ketat oleh jajaran operasional Lanud RSA.
Kepala Dinas Operasi Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, melalui Kepala Seksi Base Operations Kapten Lek M. Basori turut memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional penerbangan yang berlaku.
Langkah ini jadi bagian dari komitmen berkelanjutan Lanud RSA dalam menjaga kesiapan fasilitas. Selain itu, perkuat sistem keselamatan penerbangan, khususnya di kawasan perbatasan yang memiliki nilai strategis tinggi bagi pertahanan negara.
Dengan kondisi geografis Natuna yang menjadi salah satu titik penting di wilayah kedaulatan Indonesia, optimalisasi infrastruktur seperti ini tidak hanya berdampak pada keselamatan. Namun, juga pada efektivitas pengawasan udara secara keseluruhan.
“Kegiatan berlangsung aman dan lancar serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pengawasan dan keselamatan operasional penerbangan di Lanud Raden Sadjad,” lanjut keterangan Dinas Penerangan TNI AU.

