Akulturasi Budaya di Easter Fair: Paskah Modern Rasa Nusantara

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Apa jadinya jika perayaan Paskah yang identik dengan kelinci dan telur hias bersinggungan langsung dengan aroma jamu serta canting batik? Pemandangan unik inilah yang tersaji di The Dharmawangsa Jakarta pada Minggu, 5 April 2026.

Melalui kolaborasi apik dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, perayaan Easter Fair tahun ini berhasil mendobrak sekat antara tradisi Barat dan kearifan lokal. Sinergi ini menciptakan sebuah “ekosistem pengalaman” yang tidak biasa bagi keluarga ibu kota yang hadir.

- Advertisement -

Alih-alih sekadar menjadi pesta hias telur konvensional, acara ini bertransformasi menjadi panggung diplomasi budaya yang inklusif. Setiap sudut ruangan dirancang untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan.

Pengunjung tidak hanya disuguhi kelas memasak bagi anak-anak, tetapi juga diajak menyelami akar tradisi melalui demonstrasi meracik jamu bersama Acaraki. Aktivitas ini menarik perhatian banyak orang tua yang ingin mengenalkan ramuan herbal legendaris kepada anak-anak mereka.

- Advertisement -

Kehadiran elemen tradisional seperti kaligrafi aksara dan lokakarya membatik memberikan dimensi baru pada perayaan Paskah yang biasanya bersifat seremonial. Para peserta tampak antusias menggoreskan malam di atas kain, memadukan simbol Paskah dengan motif batik.

Selain itu, terdapat Board Games Corner bertema permainan lawas yang mengajak pengunjung bernostalgia sekaligus belajar. Area ini menjadi pusat edukasi warisan luhur yang interaktif, membuktikan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik kuat.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut fenomena ini sebagai keberhasilan dalam mengolah warisan budaya menjadi komoditas kreatif. Ia menekankan bahwa sentuhan inovasi sangat penting agar budaya tetap relevan di mata masyarakat modern.

Irene juga menegaskan bahwa peran pemerintah di sini bukan sebagai sutradara yang mengatur jalannya acara, melainkan sebagai “biro jodoh strategis”. Kemenekraf berupaya mempertemukan panggung hospitalitas kelas atas dengan para kreator bangsa.

Sinergi ini mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga identitas bangsa di tengah dinamika modernitas yang kencang. Perayaan Paskah menjadi momentum untuk merefleksikan kembali betapa kaya dan fleksibelnya budaya Indonesia.

Siti Nuraisyah, Director of Sales and Marketing The Dharmawangsa, menekankan bahwa ambisi utama dari perhelatan ini adalah memperkuat ikatan emosional masyarakat. Melalui medium hiburan keluarga, nilai-nilai Nusantara diselipkan secara halus namun mendalam.

Dengan menghadirkan deretan stan kuliner Nusantara yang bersanding dengan aktivitas kreatif modern, Easter Fair 2026 sukses membuktikan sebuah teori penting. Bahwa inovasi terbaik sering kali lahir dari keberanian untuk tetap berpijak pada nilai-nilai lama.

Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi kreatif Indonesia mampu bergerak melampaui batas-batas pakem tradisional. Pada akhirnya, momen Paskah berhasil menjadi wadah pelestarian budaya yang segar, relevan, dan kompetitif bagi masa depan bangsa.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru