HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan. Permintaan ini disampaikan menyusul tewasnya tiga anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan langsung permintaan tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui sambungan telepon pada Senin (30/3). Ia menekankan pentingnya penyelidikan yang cepat, transparan, dan menyeluruh atas insiden tersebut.
“Kami meminta diadakannya rapat darurat Dewan Keamanan serta proses penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan,” ujar Sugiono, dikutip Holopis.com, Rabu (1/4).
Selain itu, Sugiono juga melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji. Dalam pembicaraan tersebut, Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan yang menewaskan personel pasukan perdamaian.
Kedua pihak sepakat untuk terus berkoordinasi secara intens dalam merespons situasi yang berkembang. Upaya ini juga diarahkan untuk meredakan eskalasi dan menjaga stabilitas di kawasan.
Pemerintah Indonesia turut mengecam keras serangan tersebut. Indonesia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB harus mendapatkan perlindungan sesuai hukum internasional.
Sebelumnya, satu anggota pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan tewas akibat serangan artileri di Lebanon selatan pada Minggu (29/3). Dua personel lainnya kemudian dikonfirmasi meninggal dunia pada Senin, seiring meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.


