HOLOPIS.COM, MAROS – Kembali satu wisatawan yang hanyut diterjang air bah di Sungai Kalimborang, Kabupaten Maros ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Arif Anwar mengatakan, tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua korban, namun dalam kondisi meninggal dunia, setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari.
“Korban Muhammad Fajrin (20), laki-laki, ditemukan lebih dulu pada hari kedua pencarian sekitar pukul 12.00 WITA, berjarak kurang lebih 4 kilometer dari titik awal kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi pada pukul 14.00 WITA ke Puskesmas Tompobulu, Kabupaten Maros,”ujarnya Selasa (31/3).
“Selanjutnya, korban kedua bernama Ica (20) ditemukan terdampar di bebatuan pada hari ketiga pencarian sekitar pukul 12.20 WITA dengan jarak sekitar 7 kilometer dari lokasi kejadian,”tambahnya.
Udai ditemukan korban dievakuasi pada pukul 13.00 WITA menuju Puskesmas setempat.
Dengan ditemukannya kedua korban, Anwar menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut sekaligus mengapresiasi kerja keras tim di lapangan.
“Kami telah mengerahkan seluruh kemampuan dalam operasi ini bersama unsur terkait. Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, semoga diberi ketabahan,” ucap arif Anwar.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, mengimbauan kepada para wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di alam terbuka.
“Untuk para wisatawan yang sering melakukan kegiatan wisata, khususnya di wilayah Tompobulu Maros, kami mengimbau agar selalu waspada. Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi,”ucapnya
“Apalagi saat ini curah hujan di Kabupaten Maros cukup tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan air bah secara tiba-tiba,” tambah Andi Sultan.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas, TNI, Polri hingga, masyarakat sekitar dan potensi SAR lainnya.
Kondisi arus sungai yang deras serta medan yang cukup sulit menjadi kendala selama proses pencarian.
Sebelumnya diberitakan, insiden hanyutnya kedua korban terjadi pada Minggu (29/3) sekitar pukul 14.00 WITA.
Saat itu kedua korban terseret arus sungai akibat naiknya debit air secara mendadak dari bagian hulu. Kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung disapu air bah.


