HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan kembali komitmennya terhadap ideologi Marhaenisme dalam peringatan Dies Natalis ke-72 yang berlangsung di Jakarta, Senin 23 Maret 2026.
Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menyatakan bahwa peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang organisasi sejak berdiri pada 23 Maret 1954.
“Dies Natalis ke-72 ini bukan sekadar mengenang usia organisasi, tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjuangan ideologis GMNI yang berakar pada Marhaenisme,” ujar Jansen dalam pernyataan tertulis, Senin.
Ia menjelaskan, GMNI lahir dari penggabungan tiga organisasi mahasiswa, yakni Gerakan Mahasiswa Marhaenis di Yogyakarta, Gerakan Mahasiswa Merdeka di Surabaya, dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia di Jakarta, yang bertujuan menyatukan kekuatan mahasiswa nasionalis pascakemerdekaan.
Menurutnya, GMNI tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal karena memiliki fondasi ideologi yang kuat.
“GMNI harus tetap setia pada ajaran Marhaenisme dan pemikiran Bung Karno sebagai pisau analisis dalam menjawab persoalan rakyat,” katanya.
Dalam pernyataannya, Jansen juga menyinggung dinamika sejarah GMNI, mulai dari peran aktif pada masa awal kemerdekaan hingga era Demokrasi Terpimpin, tekanan politik pasca 1965 pada masa Orde Baru, hingga kebangkitan kembali pada era Reformasi 1998.
Ia menilai, saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan seperti ketimpangan sosial-ekonomi, tantangan kualitas demokrasi, serta pengaruh globalisasi yang mendorong sikap pragmatis di kalangan generasi muda.
“Mahasiswa hari ini berada di persimpangan antara idealisme dan realitas. GMNI harus hadir sebagai penuntun arah tanpa kehilangan jati diri ideologisnya,” ujarnya.
Dalam sikap resminya, GMNI menegaskan empat poin utama, yaitu memperkuat Marhaenisme sebagai dasar gerakan, mengawal demokrasi dan keadilan sosial, membangun kader progresif-revolusioner, serta menjadi pelopor gerakan pemuda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Jansen menambahkan, momentum Dies Natalis ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi. “GMNI harus tetap tajam dalam analisis, kuat dalam perjuangan, dan konsisten berpihak kepada rakyat,” katanya.


