HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seorang pakar urusan internasional asal Iran, Morteza Simiari, menyatakan bahwa Iran telah menyerang fasilitas nuklir di Kota Dimona, Israel selatan, pada Sabtu (21/3). Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi militer Israel terhadap fasilitas nuklir Natanz di Iran.
“Informasi dari negara-negara di kawasan menunjukkan bahwa tidak ada tingkat radiasi abnormal yang terdeteksi,” ungkap IAEA, dikutip Holopis.com, Senin (23/5).
Pernyataan itu disampaikan Simiari dalam wawancara langsung dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV, saat membahas serangan rudal balasan yang diluncurkan ke wilayah Israel. Menurut Simiari, serangan tersebut dilakukan kurang dari 24 jam setelah Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas Natanz di Provinsi Isfahan, Iran tengah.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi balasan Iran. Simiari menjelaskan bahwa pendekatan mata ganti mata yang kini diterapkan Iran mencakup respons yang bersifat timbal balik, namun dengan intensitas yang lebih tinggi terhadap setiap aksi militer Israel.
Di pihak Israel, pejabat medis melaporkan bahwa lebih dari 30 orang mengalami luka-luka akibat serangan rudal yang menghantam wilayah Dimona. Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ada indikasi kerusakan pada pusat penelitian nuklir Israel di kawasan Negev setelah serangan tersebut.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dengan cermat. Ia menekankan pentingnya menahan diri dari aksi militer, terutama di sekitar fasilitas nuklir.
“Menahan diri secara maksimal untuk tidak melakukan aksi militer harus dilakukan, terutama di sekitar fasilitas nuklir,” ujarnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan dan aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

