HOLOPIS.COM, JAKARTA – Video viral yang diberi judul ibu tiri vs anak tiri di kebun sawit hingga saat ini masih terus diburu oleh para warganet.
Padahal, video itu sendiri merupakan potongan demi potongan yang kembali ditayangkan oleh sejumlah akun media sosial.
Dalam video yang marak tersebar, perempuan tersebut tampak memegang kamera sambil berjalan santai di antara deretan pohon sawit yang tinggi dan rapat. Di belakangnya terlihat seorang remaja pria yang berjalan mengikuti sambil sesekali tertawa kecil.
Narasi yang disematkan di berbagai unggahan kemudian menyebut keduanya sebagai ‘ibu tiri’ dan ‘anak tiri, meski identitas serta hubungan keduanya belum pernah dikonfirmasi secara resmi.
Suasana video pada awalnya terlihat biasa saja. Kamera bergoyang ringan mengikuti langkah sang perempuan yang berbicara seolah sedang merekam aktivitas harian di kebun sawit.
Sesekali ia menoleh ke arah remaja di belakangnya, menciptakan kesan vlog santai yang lazim ditemukan di media sosial.
Namun justru di bagian akhir video, rasa penasaran publik mulai muncul. Potongan yang beredar memperlihatkan sebuah adegan yang sengaja disensor. Bagian itulah yang kemudian memicu spekulasi luas di kalangan warganet.
Bahkan, ada momen wanita tersebut terlihat sedang menungging dan di belakangnya nampak seorang pria dengan muka bahagia.
WASPADA PHISING
Maraknya peredaran link video tersebut memicu kekhawatiran akan praktik penipuan digital, yang berpotensi mencuri data pribadi.
Sejumlah tautan yang beredar diduga bukan mengarah pada video asli, melainkan pada situs judi online (judol), bahkan situs yang berpotensi mengandung phishing atau malware.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang digadang sebagai link video ibu tiri di kebun sawit dari sumber yang tidak jelas.
Modus phishing kerap memanfaatkan isu-isu yang tengah viral, seperti isu ibu tiri dan anak tiri di kebun sawit untuk menjebak pengguna agar memasukkan data pribadi, termasuk akun media sosial dan informasi perbankan.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai keberadaan video panjang sebagaimana diklaim sejumlah akun anonim. Pasalnya, sebagian besar konten hanya berupa potongan pendek tanpa keterangan waktu, lokasi, maupun identitas pihak terkait.

