TNI AU Siapkan Strategi Gerilya Udara, Antisipasi Perang Modern yang Semakin Kompleks

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Udara mulai mematangkan kembali konsep strategi pertahanan udara melalui pendekatan ‘gerilya Udara’. Pendekatan itu untuk menghadapi dinamika perang modern yang semakin kompleks.

Pembahasan strategi tersebut dilakukan dalam forum Focus Group Discussion (FGD) Gerilya Udara Tahun 2026 yang digelar di GSG Suharnoko Harbani, Mabes AU, Cilangkap, Jakarta.

Forum strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI AU, akademisi, hingga praktisi industri pertahanan.

Salah satu pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Panglima Komando Daerah Udara I, Marsda TNI Muzafar, yang turut mengikuti pembahasan mengenai penguatan konsep operasi udara nasional.

FGD ini digelar sebagai forum strategis untuk mengkaji kembali konsep gerilya udara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan serta ketahanan kekuatan udara Indonesia.

Dalam arahannya, Marsekal Tonny mengatakan bahwa karakter peperangan modern telah berubah secara signifikan. Menurutnya, kekuatan udara saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyerang, tetapi juga oleh kemampuan bertahan dan menjaga keberlangsungan operasi.

- Advertisement -

“Perubahan karakter perang modern menuntut adanya penyesuaian konsep operasi udara,” kata Marsekal Tonny, dalam keterangannya, dikutip pada Jumat, (13/3/2026).

Ia menambahkan bahwa berbagai konflik global memberikan pelajaran penting bagi Indonesia untuk menyiapkan strategi pertahanan udara yang lebih adaptif.

Menurut dia, konflik global yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa kekuatan udara tidak hanya diukur dari kemampuan daya hancur.

“Tetapi juga dari kemampuan bertahan, menyebarkan aset, menjaga keberlangsungan operasi, serta memulihkan daya tempur secara cepat di tengah tekanan konflik,” jelasnya.

Menurutnya, konsep gerilya udara menjadi salah satu pendekatan strategis yang relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas.

Strategi ini memungkinkan kekuatan udara tetap dapat beroperasi meskipun pangkalan utama mengalami gangguan atau menjadi target serangan.

“Berbagai konflik modern memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya penyebaran aset udara, perlindungan pangkalan, serta integrasi sistem pertahanan udara,” ujar Marsekal Tonny.

Dalam konteks Indonesia, konsep tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan operasi udara di berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang beragam.

Dalam forum diskusi itu, para peserta membahas berbagai aspek strategis terkait penguatan operasi udara nasional.

Beberapa isu utama yang dibahas antara lain strategi menjaga keberlangsungan operasi udara ketika pangkalan utama menjadi sasaran serangan. Selain itu, pengembangan pola operasi yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan pangkalan alternatif, hingga upaya memastikan dukungan logistik tetap berjalan dalam kondisi konflik.

Lalu, peserta juga membahas peningkatan kemampuan pemulihan fasilitas serta sistem militer yang terdampak serangan agar dapat kembali beroperasi dalam waktu cepat.

Dikutip dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan strategi pertahanan nasional melalui peningkatan kesiapan operasi udara dalam menghadapi dinamika peperangan modern.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU