HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menahan rasa haus selama berpuasa kerap menjadi tantangan, terutama jika asupan cairan tidak terpenuhi dengan baik atau makanan yang dikonsumsi sebelum puasa kurang sesuai.
Selain dipengaruhi oleh cuaca dan aktivitas harian, kebiasaan makan dan minum saat sahur serta berbuka sangat berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Karena itu, penting memahami cara agar tubuh tidak mudah haus saat puasa sehingga tetap terhidrasi sepanjang hari.
Agar tubuh terasa segar dan tidak cepat haus, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan saat sahur maupun berbuka, sebagai berikut :
Mengonsumsi makanan yang mengandung elektrolit alami
Tidak hanya air putih, tubuh juga membutuhkan elektrolit seperti kalium dan natrium dalam jumlah seimbang untuk menjaga stabilitas cairan. Sumbernya bisa diperoleh dari buah-buahan seperti pisang dan jeruk, serta sayuran berkuah yang dikonsumsi saat sahur atau berbuka.
Elektrolit membantu tubuh menyimpan cairan lebih lama sehingga rasa haus tidak cepat muncul selama berpuasa.
Mengonsumsi makanan tinggi serat
Makanan kaya serat, seperti sayur, buah, oatmeal, dan roti gandum, dapat membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama.
Serat memperlambat proses pencernaan sehingga cairan dilepaskan secara bertahap, membuat tubuh tidak mudah merasa haus.
Selain itu, buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan melon juga dapat membantu menjaga hidrasi saat puasa.
Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
Memenuhi kebutuhan cairan merupakan kunci utama agar tidak mudah haus saat berpuasa. Pastikan asupan air terpenuhi sejak berbuka hingga sahur dengan membaginya secara bertahap, misalnya menggunakan pola 2–4–2, dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah makan malam hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.
Metode ini membantu tubuh menyerap cairan secara optimal serta menjaga keseimbangan cairan selama menjalani ibadah puasa.

