Menko Airlangga Kasih Update soal Tarif Impor AS

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan kabar terbaru terkait rencana implementasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap produk asal Indonesia.

Melalui proses negosiasi, tarif bea masuk yang semula dipatok 32 persen berhasil ditekan menjadi 19 persen dan tinggal menunggu penandatanganan resmi kedua kepala negara.

Airlangga mengatakan, kesepakatan tarif 19 persen tersebut akan segera difinalisasi setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meneken perjanjian dagang terkait.

“Tinggal kita kunci di 19 (persen) dengan peneranan tanganan agreement. Kita tunggu pengumuman dan tunggu jadwal dari Amerika,” ungkap Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026), dikutip Holopis.com.

Sebelumnya, Airlangga menyatakan bahwa proses negosiasi tarif dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang berlangsung sejak April 2025 telah rampung. Saat ini, kedua negara hanya menunggu proses penandatanganan oleh para pemimpin negara.

“Semua perundingan sudah selesai, legal drafting 90 persen, kita tinggal menunggu jadwal tanda tangan, karena yang menanda tangan pemimpin negara,” kata Airlangga kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

- Advertisement -

Meski demikian, Airlangga belum membeberkan secara rinci isi kesepakatan tarif yang telah dirundingkan. Ia menegaskan, seluruh hasil perundingan baru akan diumumkan secara resmi setelah perjanjian ditandatangani oleh kedua kepala negara.

Airlangga juga menekankan bahwa setelah kesepakatan tarif dagang ditandatangani, masing-masing pemerintah tetap harus menyampaikan hasilnya kepada lembaga legislatif di negara masing-masing.

“Nanti eksekutif order bagi Amerika juga dilaporkan ke kongres, bagi Indonesia kita sampaikan ke DPR,” pungkas Airlangga.

Sementara itu, pemerintah turut menyampaikan perkembangan terbaru mengenai jadwal penyelesaian negosiasi tarif impor Amerika Serikat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, target penyelesaian yang semula direncanakan pada akhir Januari kini bergeser ke pertengahan Februari 2026.

“Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi, mungkin di pekan kedua bulan Februari,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Prasetyo menegaskan, pembahasan kebijakan tarif impor yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih terus berjalan dan tidak menghadapi hambatan berarti. Ia juga menyebut belum ada rencana Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan langsung ke luar negeri terkait negosiasi tersebut.

Menurut Prasetyo, penyesuaian jadwal lebih disebabkan oleh masih adanya sejumlah aspek teknis yang perlu disepakati kedua belah pihak. Namun, ia memastikan bahwa penundaan tersebut tidak menyentuh substansi kesepakatan.

“Secara substansi insyaallah enggak ada masalah,” kata Prasetyo.

Pemerintah berharap, kesepakatan tarif resiprokal ini dapat segera difinalisasi dan memberikan manfaat optimal bagi kepentingan nasional, khususnya dalam menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU