HOLOPIS.COM, JAKARTA – Masyarakat Bugis dikenal memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang kuat, termasuk dalam hal kepercayaan terhadap dunia gaib.
Kisah mistis tentang keberadaan makhluk gaib dan pengguna ilmu Hitam bahkan diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.
Cerita tentang hantu dalam kepercayaan Bugis tidak hanya berfungsi sebagai kisah horor, tetapi juga mengandung pesan moral dan pantangan sosial.
Berikut ini daftar hantu yang terkenal menyeramkan dan mampu membuat para pendengar atau pembaca merinding saat dibicarakan.
1. Parakang
Parakang merupakan salah satu makhluk gaib paling dikenal dalam cerita mistis Bugis. Sosok ini dipercaya berasal dari manusia yang mempelajari ilmu hitam dan bisa berubah wujud pada malam hari.
Parakang sering digambarkan memiliki tubuh terpisah, seperti kepala atau organ tertentu yang terbang mencari mangsa.
2. Poppo
Poppo dipercaya sebagai arwah gentayangan yang sering muncul di tempat sepi, terutama pada malam hari.
Sosoknya kerap digambarkan menyerupai manusia dengan wajah pucat dan tatapan kosong, membuat siapa pun yang melihatnya merasa ketakutan.
3. Alosi
Alosi dikenal sebagai makhluk halus yang menyerupai bayangan hitam. Ia dipercaya sering muncul secara tiba-tiba dan menghilang dalam sekejap. Kehadirannya sering dikaitkan dengan rasa tidak nyaman atau hawa dingin yang mendadak.
4. To Manurung Hitam
Berbeda dari kisah To Manurung sebagai leluhur, versi To Manurung Hitam dalam cerita mistis Bugis digambarkan sebagai entitas gaib yang menampakkan diri di tempat tertentu. Sosok ini dipercaya membawa pertanda buruk jika muncul tanpa sebab yang jelas.
5. Hantu Penjaga Pohon Tua
Dalam kepercayaan Bugis, pohon tua tertentu dipercaya menjadi tempat bersemayam makhluk halus. Hantu penjaga pohon ini diyakini akan menampakkan diri jika ada orang yang bersikap tidak sopan atau merusak lingkungan sekitarnya.
Demikian daftar hantu menyeramkan yang dipercaya oleh masyarakat Bugis. Kepercayaan terhadap hantu-hantu ini masih hidup di tengah masyarakat Bugis hingga sekarang.
Terlepas dari benar atau tidaknya, kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari warisan budaya lisan yang mengajarkan kehati-hatian, rasa hormat terhadap alam, serta pentingnya menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.



