HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keberhasilan pasukan TNI menyelamatkan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua dinilai sebagai capaian penting yang bisa perkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Operasi penyelamatan TNI itu memiliki pesan strategis yang kuat.
Analis intelijen, pertahanan dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro menilai keberhasilan TNI memiliki pesan strategis yang kuat yakni negara hadir secara nyata di wilayah dengan tingkat ancaman dan kesulitan medan yang tinggi. Namun, negara tetap mengedepankan keselamatan warga sipil sebagai prioritas utama.
Dia mengatakan pesan utamanya jelas yaitu negara tak membiarkan warganya berada dalam ancaman. “Kehadiran negara diwujudkan bukan melalui pendekatan brutal, tetapi melalui tindakan profesional yang terukur dan bertanggung jawab,” kata Simon dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (15/1/2026).
Simon menyampaikan langkah pendekatan seperti itu penting untuk bisa menjaga legitimasi negara di mata masyarakat. Sebab, keamanan yang berkelanjutan tak hanya dibangun melalui kekuatan senjata.
“Tetapi juga melalui kepercayaan publik bahwa aparat negara bertindak secara proporsional dan manusiawi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Simon menambahkan operasi senyap TNI yang berhasil di Tembagapura bisa jadi rujukan ke depan. Ia bilang hal itu bisa jadi best practice dalam penanganan krisis keamanan di wilayah rawan.
“Integrasi intelijen, perencanaan operasi yang matang, serta disiplin pelaksanaan di lapangan harus terus dijaga dan ditingkatkan,” jelas Simon.

Pun, Simon menambahkan, operasi senyap TNI itu bukan juga sekadar evakuasi biasa. Tapi, sebagai upaya misi penyelamatan di kawasan konflik bersenjata dengan karakter geografis ekstrem.
Dia menuturkan operasi bisa diselesaikan tanpa kontak senjata dan tanpa korban jiwa. Bagi dia, operasi senyap itu menegaskan TNI bisa menjalankan operasi secara terukur dan disiplin. Selain itu, operasi itu juga berbasis perhitungan risiko yang matang.
Simon menambahkan, strategi senyap yang diterapkan TNI juga mencerminkan kematangan dalam pengambilan keputusan operasional. Menurut dia, TNI juga mengerahkan kecermatan intelijen, penguasaan medan, serta manajemen eskalasi konflik.
Kemudian, ia menuturkan TNI juga dinilai tak hanya semata-mata mengandalkan kekuatan dan senjata. Tapi, hal itu juga sebagai ciri operasi militer modern yang profesional.
Simon bilang keberhasilan itu tak bisa dilepaskan dari kualitas intelijen lapangan. Kata dia, dengan akurasi informasi, pemahaman terhadap pola ancaman, serta kemampuan membaca situasi menjadi fondasi utama keberhasilan.
Apalagi, dalam konteks Papua, keamanan di daerah itu sangat kompleks. Dengan demikian, keunggulan intelijen dianggap sebagai faktor penentu. Simon menambahkan keberhasilan di Tembagapura juga kelanjutan dari rekam jejak positif TNI di Papua dalam beberapa tahun terakhir.


