HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pengurus Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan menyatakan, bahwa pihaknya sama sekali tidak ikut dalam polemik pelaporan Pandji Pragiwaksono.
Bahkan ia juga menentang keras organisasinya dicabut. Sekaligus membantah memberikan mandat apa pun kepada kelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah.
“Tindak dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah,” kata Bachtiar dalam siaran persnya yang diterima Holopis.com, Sabtu (10/1/2026).
Dalam menyikapi berbagai polemik dan persoalan, Bachtiar menegaskan bahwa cara main PP Muhammadiyah adalah selalu mengedepankan prinsip keadaban dalam ruang publik maupun hukum yang tentu berkeadilan.
Selain itu, Muhammadiyah memiliki ciri watak yang lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan sebuah persoalan. Sehingga pola yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah terhadap jokes Pandji Pragiwaksono jelas tidak sejalan dengan itu.
“Muhammadiyah sebagai organisasi Ilam yang berlandaskan dakwah amar makruf nahi munkar senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, hukum yang berkeadilan, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana,” tegasnya.
Terkait dengan laporan Aliansi Muda Muhammadiyah di Polda Metro Jaya sama sekali tidak menjadikan keterwakilan sikap Pengurus Pusat Muhammadiyah.
“Muhammadiyah menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum, namun hal tersebut merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok, bukan institusi Muhammadiyah,” tukasnya.
Ketimbang menciptakan kegaduhan di ruang publik, Bachtiar mengajak semua generasi muda Muhammadiyah agar selalu menjadi etika, kedewasaan sikap dalam menghadapi perbedaan pendapat, serta menghindari segala tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Apalagi konsep perjuangan organisasi karya Ahmad Dahlan tersebut adalah dakwah yang mencerahkan.
“Spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa dengan cara-caca yang konstruktif, dialogis, dan mencerahkan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa terdapat sekelompok masyarakat yang megnatasnamakan diri sebagai Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka bertujuan untuk membuat laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi dalam pertunjukan komedi bertajuk Mens Rea.
Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu 7 Januari 2025 dengan dugaan pencemaran nama baik. Pelapor juga menyerahkan barang bukti berupa materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform saat acara Mens Rea berlangsung.
Rizki Abdul Rahman Wahid selaku pelapor yang juga merupakan Presidium Angkatan Muda NU, mengatakan bahwa laporan dibuat karena materi komedi yang disampaikan Pandji dinilai menghina, menimbulkan kegaduhan, serta berpotensi memecah belah masyarakat.

