HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bangga dengan capaian pemerintahan di tahun pertama kepemimpinannya. Selain itu, Kepala Negara juga sekaligus menegaskan soal kemandirian Bangsa.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (6/1/2025).

Terkait dengan capaian pemerintahan di tahun 2025, menurut Presiden Prabowo, strategi transformasi bangsa yang ditawarkan kepada rakyat sejak masa pencalonan disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian jangka panjang.
“Apa yang kita telah capai, menurut saya sangat membanggakan. Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi, strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun,” ungkap Presiden Prabowo, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa esensi utama dari strategi tersebut adalah mewujudkan bangsa Indonesia yang mandiri dan berdiri di atas kekuatan sendiri. Dalam hal ini, swasembada pangan menjadi elemen utama yang tidak dapat ditawar.
“Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka, bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo menerangkan bahwa swasembada pangan itu sendiri sedianya tak sekadar soal kecukupan beras, namun mencakup kebutuhan pangan.
Ada pun Presiden Prabowo menegaskan terkait pentingnya swasembada energi. “Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” ujar Presiden.
Kemandirian energi tersebut menjadi penting berkaca pada dinamika global saat ini. Kemudian, Presiden Prabowo menyinggung konflik di sejumlah negara pemasok pangan dunia serta pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19.
“Kita juga pernah mengalami Covid. Semua negara pengekspor makanan menutup. Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang,” ungkap Presiden.
Dalam kesempatan itu juga, Presiden Prabowo turut bersyukur dengan berhasilnya Indonesia mencapai swasembada beras lebih dini dari target yang ditetapkan, yakni empat tahun.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” imbuhnya.

