HOLOPIS.COM, JAKARTA – Katanya sih, jatuh cinta itu berjuta rasanya dan memang benar! Hampir semua orang pernah merasakan sensasi ini, entah pada keluarga, teman, atau seseorang yang spesial. Tapi, tahukah kamu kalau rasa cinta nggak cuma bikin hati deg-degan, tapi juga memengaruhi tubuh secara nyata?
Menurut berbagai penelitian, jatuh cinta bisa bikin tubuh bereaksi layaknya sedang “mabuk bahagia”. Yuk Sobat Holopis, kenali apa saja yang terjadi di tubuhmu saat sedang kasmaran!
Euforia ala “Mabuk Cinta”
Menurut Harvard Medical School sebagaimana dikutip Holopis.com, rasa jatuh cinta punya efek mirip dengan euforia berlebihan sama seperti orang yang sedang kecanduan sesuatu. Ini karena otak melepaskan zat kimia seperti dopamin, oksitosin, adrenalin, dan vasopresin dalam jumlah besar.
Efeknya? Kamu jadi terus ingin dekat dengan orang yang kamu sukai, bahkan bisa “ketagihan” melihat wajahnya. Nggak heran kalau yang lagi jatuh cinta sering senyum-senyum sendiri tanpa alasan jelas.
“Mabuk” Beneran, tapi Tanpa Alkohol
Istilah “mabuk cinta” ternyata bukan cuma kiasan. Saat kamu jatuh cinta, tubuhmu memproduksi lebih banyak oksitosin, hormon yang sering disebut sebagai love hormone. Reaksi tubuh ini mirip dengan efek minum wine, seperti rasa hangat, senang, dan sedikit “melayang”.
Tapi tenang aja, efek ini alami kok dan jauh lebih sehat daripada mabuk alkohol yang justru berbahaya buat tubuh.
Mendadak Punya “Kekuatan Super”
Percaya nggak, jatuh cinta bisa bikin kamu lebih semangat dari biasanya? Saat sedang PDKT atau ingin menarik perhatian gebetan, banyak orang rela melakukan hal-hal yang biasanya terasa berat.
Contohnya, rela bangun pagi di akhir pekan hanya demi ketemu dia, atau tiba-tiba rajin olahraga biar terlihat lebih menarik. Semua itu karena hormon cinta bikin tubuh punya energi dan motivasi ekstra.


