HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyatakan komitmennya untuk mendorong industri board game nasional menjadi motor kolaborasi lintas subsektor, alih-alih sekadar media hiburan.
Jika sebelumnya board game identik dengan hiburan santai di meja makan keluarga, kini naik kasta ke meja perundingan ekonomi tertinggi.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) secara resmi menetapkan industri permainan papan sebagai pilar kolaboratif lintas subsektor kreatif, menyambut peluang untuk menjadikannya produk unggulan dengan narasi lokal yang kuat.
Komitmen ini ditegaskan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya setelah menerima Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) di Jakarta.
Menteri Riefky melihat board game bukan sekadar kumpulan kartu dan dadu, melainkan wadah kreativitas yang sarat cerita dan pengalaman bersama.
“Industri ini punya potensi besar, terutama dalam desain dan inovasi konten lokal. Kami melihat banyak peluang kolaborasi untuk menguatkan rantai nilai, mulai dari desain narasi budaya hingga produksi yang berdaya saing,” ujar Menteri Riefky dalam keterangannya yang diterima Holopis.com, Jumat (17/10/2025).
Ia menekankan strategi crossover ekonomi kreatif: menghubungkan desainer board game dengan pemilik Kekayaan Intelektual (IP) lokal yang kaya, serta menyinergikan industri permainan dengan sektor percetakan nasional. Harapannya, ekosistem board game dapat memicu efek berantai positif ke seluruh sektor kreatif lainnya.
Menyambut dukungan pemerintah, APIBGI langsung memaparkan rencana ambisius mereka yaitu menggelar Indonesia International Board Game Con 2026. Konferensi ini disiapkan sebagai etalase besar untuk memamerkan karya anak bangsa dan sekaligus mengundang pemain kunci dari pasar internasional.
Frederick Rasali, anggota APIBGI, menjelaskan bahwa acara ini adalah lompatan kuantum bagi industri nasional. “Ini akan menjadi yang pertama dalam skala besar. Kami akan mengundang pelaku industri internasional, dari publisher hingga pemain,” tegas Frederick.
Misinya jelas yaitu agar desainer Indonesia dapat menembus pasar luar negeri, memberi eksposur besar bagi industri domestik, merujuk pada format konferensi yang akan mencakup pameran produk, sesi pemasaran, turnamen, talkshow, hingga forum ‘speed dating’ yang mempertemukan kreator dan penerbit.
Di sisi lain, Ketua APIBGI, Mahawira Singh Dillon, memastikan fokus ganda industri. “Kami berharap bisa lebih banyak mengirim desainer ke luar negeri, sekaligus mengundang publisher internasional ke Indonesia. Selain itu, kami ingin memperkuat basis board game edukatif agar permainan papan menjadi bagian dari budaya kreatif dan edukasi masyarakat,” tutupnya.
Melalui sinergi pemerintah dan asosiasi ini, papan permainan kini resmi bertransformasi dari sekadar kotak kardus menjadi salah satu jembatan terdepan Indonesia menuju pasar ekonomi kreatif global.

