MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak--:--
Subuh--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Khutbah Jumat : Cinta NKRI dan Junjung Tinggi Pancasila dalam Konsep Kenegaraan dan Islam
K

0 Shares

JAKARTA – Di momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 lalu, rasa nasionalisme dan cinta tanah air terus dipupuk. Pesan ini masih sangat relevan jika digunakan dalam materi khutbah shalat jumat hari ini.

Berikut adalah contoh naskah yang dapat digunakan untuk mengisi khutbah Jumat pada tanggal 3 Oktober 2025 hari ini :

- Advertisement -

Khutbah Pertama

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

- Advertisement -

أيها الإخوة المؤمنون، رحمكم الله،

Ma’ashirol muslimin sidang jumat rahimakumullah. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena sesungguhnya ketakwaan adalah kunci keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Semoga setiap langkah kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya, diberkahi dan diberi kemudahan dalam setiap urusan.

Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya mengingatkan kita semua akan pentingnya cinta terhadap Tanah Air, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang merupakan anugerah besar dari Allah SWT. Sebagai umat Islam yang taat, kita diajarkan untuk mencintai negeri ini, menjaga kedamaian, dan memperkokoh persatuan di dalamnya.

Saudaraku seiman, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah rumah kita bersama. Sejarah panjang perjuangan kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan, dari Sabang sampai Merauke, menuntut kita untuk terus menjaga dan merawat negara ini dengan segenap hati. Negara ini berdiri di atas dasar Pancasila, yang menjadi ideologi negara kita. Pancasila tidak hanya merupakan dasar negara, tetapi juga merupakan pedoman dalam berinteraksi sebagai bangsa yang majemuk dan plural.

Pancasila mengajarkan kita lima pokok ajaran yang sangat sesuai dengan ajaran Islam.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah rumah kita bersama. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk mencintai negeri ini, menjaga kedamaian, dan memperkokoh persatuan di dalamnya. Pancasila adalah dasar negara yang perlu kita pahami dan amalkan, karena Pancasila bukan hanya sebuah ideologi, tetapi juga merupakan refleksi dari nilai-nilai luhur yang sejalan dengan ajaran Islam.

Pancasila mengandung lima sila yang mengandung nilai-nilai yang sangat relevan dengan ajaran Islam. Mari kita simak dengan lebih dalam setiap prinsip yang terkandung dalam Pancasila:

Ketuhanan yang Maha Esa
Sila pertama ini mengajarkan kita untuk meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam Islam, tawhid (mengesakan Tuhan) adalah inti dari ajaran agama ini. Allah adalah Tuhan yang Maha Esa, yang menciptakan langit dan bumi, serta segala isinya. Menjunjung tinggi sila pertama ini berarti kita mengakui adanya Tuhan yang satu, yang mengatur seluruh alam semesta. Dalam kehidupan bernegara, sila ini mengajarkan kita untuk hidup rukun dalam keberagaman agama dan keyakinan, tanpa saling memaksakan kehendak. Islam mengajarkan kita untuk menghormati dan menghargai sesama, meskipun mereka memiliki perbedaan agama dan kepercayaan.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Islam sangat menekankan pentingnya perlakuan yang adil dan manusiawi terhadap setiap individu. Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana kita harus memperlakukan sesama dengan penuh keadilan, menghormati hak-hak mereka, dan menjaga harkat serta martabat mereka. Dalam konteks kenegaraan, sila kedua ini mengajak kita untuk menghargai hak asasi manusia, menghormati perbedaan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga negara untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi tanpa diskriminasi. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk berlaku adil, bahkan terhadap orang yang tidak seiman dengan kita.

Persatuan Indonesia
Sila ketiga ini menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dalam Islam, persatuan adalah kekuatan yang harus dijaga, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 10, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” Persatuan umat Islam, meskipun terdiri dari berbagai suku, ras, dan bahasa, sangatlah penting untuk menjaga keharmonisan. Hal yang sama berlaku bagi bangsa Indonesia yang multikultural. Persatuan dalam keragaman adalah kunci untuk meraih kemajuan bersama. Pancasila mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan menjalin kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Islam mengajarkan musyawarah sebagai cara terbaik dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Rasulullah SAW selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya dalam urusan penting. Hal ini mencerminkan prinsip demokrasi dalam Islam yang sangat menghargai keputusan yang diambil dengan kebijaksanaan dan musyawarah mufakat. Dalam konteks negara, sila ini mengajak kita untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi, menghargai keputusan bersama, dan memilih pemimpin yang amanah untuk menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab. Kita diajarkan untuk memilih pemimpin yang memiliki kebijaksanaan dan visi yang baik untuk memajukan bangsa, serta untuk saling menghormati hasil musyawarah.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Islam sangat menekankan pentingnya keadilan sosial. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa’ ayat 58, “Sesungguhnya Allah menyuruhmu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menghukum antara manusia, hendaklah kamu menghukum dengan adil.” Keadilan sosial yang dimaksud dalam sila kelima ini adalah pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali. Negara harus hadir untuk melindungi hak-hak rakyat, terutama yang lemah dan tertindas. Dalam Islam, kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama. Pancasila mengingatkan kita untuk tidak hanya memperjuangkan keadilan dalam tataran hukum, tetapi juga dalam distribusi kekayaan, kesempatan, dan kesejahteraan sosial bagi seluruh warga negara, tanpa memandang status sosial maupun ekonomi.

Saudaraku yang saya hormati, Kelima prinsip Pancasila ini merupakan pedoman kita dalam hidup bernegara dan berbangsa. Kita sebagai umat Islam harus memahami bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sejalan dengan ajaran agama kita. Mari kita amalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, maupun dalam bernegara. Semoga dengan memahami dan mengamalkan Pancasila, kita dapat hidup dalam kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Saudaraku yang saya hormati, Islam mengajarkan bahwa setiap Muslim adalah bagian dari umat yang lebih besar. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus berusaha untuk menjaga dan membangun negara ini sesuai dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Ini bukan hanya kewajiban kita sebagai warga negara, tetapi juga sebagai umat Islam yang peduli terhadap kesejahteraan umat manusia.

Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman hidup kita dalam bernegara, yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam. Kita harus menghindari segala bentuk perpecahan dan memupuk rasa cinta tanah air sebagai bagian dari iman kita.

Khutbah Kedua

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

أيها الإخوة المؤمنون، رحمكم الله،
Pada khutbah kedua ini, marilah kita terus merenungkan betapa pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh terpecah belah oleh perbedaan, baik itu agama, suku, atau golongan. Kita harus tetap saling menghargai, bekerja sama, dan menjaga keutuhan negara ini.

Saudaraku yang dirahmati Allah, Menghargai Pancasila berarti kita juga menghargai warisan para pendiri bangsa yang telah menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap prinsip yang terkandung dalam Pancasila mencerminkan nilai-nilai universal yang diajarkan oleh Islam. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga dan memelihara negara ini dengan penuh cinta dan tanggung jawab.

Di akhir khutbah ini, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar negara kita Indonesia senantiasa diberi kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan mewujudkan cita-cita bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.

اللهم اجعلنا من أهل الإيمان الذين يعملون صالحاً، ويحبون بلادهم ويساهمون في بناءها على أساس العدالة والرحمة.

اللهم احفظ وطننا، وحفظ شعبنا، وارزقنا الحكمة في كل خطوة نخطوها.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

Penutup Khutbah

Semoga khutbah ini memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya cinta tanah air, menjaga NKRI, dan menjunjung tinggi Pancasila dalam perspektif Islam. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan petunjuk-Nya untuk selalu menjadi bagian dari solusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera. Aamiin.

وأقم الصلاة.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru