JAKARTA – Hari Arafah menjadi salah satu momen paling istimewa dalam kalender Islam. Jatuh pada 9 Dzulhijjah, hari ini memiliki banyak keutamaan, baik bagi jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah maupun umat Muslim di seluruh dunia. Dalam berbagai riwayat hadits, Hari Arafah disebut sebagai waktu yang penuh keberkahan, pengampunan dosa, hingga momentum terbaik untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT.
Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk mengisi Hari Arafah dengan berbagai amalan sunnah agar mendapatkan pahala dan keutamaan yang besar. Berikut lima amalan Hari Arafah yang dianjurkan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Berikut ini adalah 5 amalan hari Arafah sesuai sunnah dan sangat dianjurkan
1. Memperbanyak Doa
Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa pada Hari Arafah. Sebab, pada hari ini dijelaskan dalam hadits sebagai sebaik-baiknya waktu untuk memanjatkan doa. Hal ini didasarkan pada riwayat hadits Ibn Syu’aib dari kakeknya yang mengutip sabda Rasulullah SAW,
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR Tirmidzi, hasan menurut Syekh Al-Albani)
2. Membaca Doa Arafah
Ada salah satu doa yang ditekankan keutamaannya untuk diamalkan pada Hari Arafah. Doa ini berisikan pengagungan kepada Allah SWT yang bersumber dari riwayat hadits Imam Tirmidzi. Berikut bacaannya,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir.”
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat Yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR Ahmad dan Tirmidzi, dari kakek Amir bin Syu’aib)
3. Puasa Arafah
Mengamalkan puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa sunnah ini memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Artinya :
“Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharam) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)
4. Memperbanyak Takbir tiap Selesai Salat
Bagi jemaah haji, saat melaksanakan wukuf di Arafah dianjurkan untuk memperbanyak bacaan talbiyah dan takbir. Dijelaskan bahwa bacaan takbir dimulai sejak Subuh pada 9 Dzulhijjah hingga hari terakhir tasyrik.
‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
غَدَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ مِنًى إِلَى عَرَفَاتٍ مِنَّا الْمُلَبِّى وَمِنَّا الْمُكَبِّرُ.
Artinya :
“Kami pagi-pagi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir.” (HR Muslim)
5. Meningkatkan Ibadah dan Amal Saleh
Dalam hadits dijelaskan bahwa Allah SWT sangat mencintai amalan saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk Hari Arafah. Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan berbagai bentuk ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, berzikir, dan memperbanyak salat sunnah.
Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya :
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)


