Indonesia Deklarasikan Fokus Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Kancah ASEAN

0 Shares

MELAKA – Indonesia secara resmi mendeklarasikan pergeseran haluan strategis di sektor pariwisata. Di tengah forum ASEAN Tourism Minister (ATM) Retreat di Melaka, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa era “kejar setoran” jumlah wisatawan telah berakhir.

“Forum ini menjadi momentum memperkuat kerja sama ASEAN. Sektor pariwisata kini tidak bisa lagi hanya mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.

Komitmen ini bukan sekadar janji di panggung internasional. Wamenpar menjelaskan bahwa strategi ini sudah tertanam kuat dalam perencanaan pembangunan nasional, di mana prinsip Blue, Green, Circular Economy (BGCE) telah ditetapkan sebagai pilar utama.

Konsep BGCE ini memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata nasional yang berkualitas harus selaras dengan pengembangan berbasis alam, konservasi, dan mitigasi risiko iklim. Ini adalah langkah serius yang memosisikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi yang bertanggung jawab.

Salah satu poin paling menarik adalah bagaimana Indonesia secara terang-terangan menghubungkan pariwisata dengan krisis iklim global. Indonesia menjadi salah satu negara pendukung awal Deklarasi Glasgow dan memiliki target ambisius yaitu mencapai net zero emission sebelum tahun 2050.

Untuk merealisasikannya, Kemenparekraf bekerja sama dengan UNDP memprakarsai Peta Jalan Dekarbonisasi pariwisata Indonesia. Di level dasar, strategi ini diwujudkan melalui program desa wisata yang kini memberdayakan masyarakat lokal.

- Advertisement -

“Saat ini 40 desa wisata di Indonesia telah tersertifikasi dan akan terus bertambah. Ini adalah cara kami memberdayakan masyarakat untuk mengadopsi praktik ramah iklim sekaligus memperkuat pelestarian budaya,” tegasnya.

Dalam visi regional, Indonesia juga mendorong peningkatan konektivitas intra-ASEAN secara radikal. Wamenpar menekankan perlunya penyederhanaan regulasi dan penguatan infrastruktur untuk mencapai mobilitas yang seamless (lancar) di seluruh kawasan.

Dengan mendorong kolaborasi yang lebih erat, Indonesia berharap ASEAN dapat benar-benar diakui sebagai destinasi tunggal yang berdaya saing di mata wisatawan global, ditopang oleh standar hijau dan infrastruktur yang ramah iklim.

Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn menyambut baik inisiatif tersebut, mengamini bahwa pertumbuhan saja tidak cukup. “Kita harus memastikan bahwa sektor pariwisata kita berkelanjutan, memberikan perlindungan lingkungan, keanekaragaman hayati yang kaya, dan warisan budaya kita untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Dede Suhadi
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU