JAKARTA – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa barat hingga saat ini masih bertahan di beberapa desa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir sebelumnya telah merendam 8 desa dan 1 kelurahan di 3 kecamatan.
“Sebanyak 10.180 jiwa dari 3.659 KK terdampak atas peristiwa banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (6/3).
Abdul menyebut bahwa banjir tersebut telah memaksa 375 jiwa mengungsi. Sebanyak 2.997 rumah terdampak termasuk 23 fasilitas umum turut terendam.
“Adapun kondisi terkini banjir mulai surut di beberapa titik lokasi, namun ada 4 desa dan 1 kelurahan yang masih terendam banjir dengan tinggi muka air antara 10-200 sentimeter,” ujarnya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan evakuasi warga terdampak. BPBD Kabupaten Karawang juga mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian serta mendistribusikan logistik bagi warga.
Abdul mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak di lapangan antara lain makanan siap saji, air mineral, selimut, dan matras, hygiene kit, dan alat kebersihan.
Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Esktrem, Gelombang Ekstrem dan Abrasi, Serta Tanah Longsor di Wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2024/2025 Nomor 100.3.3.2/Kep.489-Huk/2024 terhitung sejak tanggal 08 November 2024 s.d 31 Mei 2025.


