Mahasiswa PTKIN Adu Inovasi Pengelolaan Limbah Berbasis Ekoteologi di OASE III 2026

1 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Salah satu anggota tim, Elza, menjelaskan bahwa inovasi tersebut memanfaatkan biomassa lokal sebagai bahan filtrasi. Setelah digunakan, biomassa tidak langsung dibuang, tetapi diolah kembali menjadi briket agar memiliki nilai guna lanjutan.

“Biomassa lokal dimanfaatkan sebagai bahan filtrasi. Setelah digunakan, biomassa tersebut diolah kembali menjadi briket. Dengan rancangan itu, mereka berupaya memperpanjang pemanfaatan bahan dan mengurangi sisa yang terbuang,” ungkap Elza.

Anggota tim lainnya, Indra, mengatakan bahwa pengembangan ECO-RETOX juga berangkat dari nilai-nilai ekoteologi, seperti khalifah dan amanah, anti-fasad atau larangan berbuat kerusakan, serta anti-israf atau larangan menyia-nyiakan sumber daya.

Menurutnya, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan kehidupan. Prinsip tersebut kemudian diterjemahkan melalui inovasi yang berupaya mengurangi pencemaran dan memaksimalkan pemanfaatan bahan.

Proses pengembangan ECO-RETOX hingga dapat dipresentasikan di babak final tidak berlangsung singkat. Kelima mahasiswa tersebut terlebih dahulu melakukan eksplorasi bahan, uji coba produk, dan pengujian. Hasil pengembangan kemudian disusun dalam bentuk karya tulis hingga akhirnya dinyatakan lolos untuk mengikuti kompetisi.

Ke depan, tim berencana menyempurnakan inovasi tersebut, baik dari sisi bahan maupun perangkat yang digunakan. Pengembangan menuju skala industri yang lebih besar juga menjadi salah satu target mereka.

“Kami akan menyempurnakan ECO-RETOX, baik dari segi bahan maupun perangkat. Kami juga ingin mengembangkan alat tersebut menuju skala industri yang lebih besar. Untuk mencapai arah itu, pengembangan dan pengujian lanjutan menjadi bagian penting dari perjalanan karya Kami,” ungkap Aliyya.

Berbagai inovasi yang ditampilkan dalam cabang Ekoteologi OASE III PTKIN 2026 memperlihatkan bagaimana mahasiswa berupaya menghubungkan nilai keagamaan dengan persoalan lingkungan yang nyata di tengah masyarakat.

Melalui gagasan pengolahan limbah, konservasi air, hingga pemanfaatan kembali sumber daya, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan nilai tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi.

Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

berita serupa

Rubrik Sama