HOLOPIS.COM, YOGYAKARTA – Mahasiswa dari delapan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) menghadirkan inovasi pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya ramah lingkungan dalam kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Melalui cabang lomba Ekoteologi: Tata Kelola Limbah dan Lingkungan Hidup, para peserta mempresentasikan berbagai gagasan yang menggabungkan pendekatan teknologi, kreativitas, dan nilai-nilai keagamaan untuk menjawab persoalan lingkungan.
Kompetisi yang berlangsung di Teatrikal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora tersebut menampilkan beragam inovasi. Mulai dari pengolahan cangkang kelapa sawit menjadi material bangunan, pemanfaatan limbah makanan untuk pertanian, pengolahan limbah dapur, hingga sistem pengelolaan air bekas wudu di masjid.
Tim UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, misalnya, memperkenalkan ECOPALM ROSTER, inovasi pengolahan limbah cangkang kelapa sawit menjadi roster ramah lingkungan.
Sementara itu, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengembangkan Granobara, granul berbasis limbah nasi dan tulang yang dirancang untuk mendukung pertanian berkelanjutan dengan mengedepankan nilai anti-israf atau larangan pemborosan.
Inovasi pengelolaan limbah dapur juga ditampilkan tim UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui MAZA TECH. Karya tersebut menawarkan alat penangkap lemak dengan keluaran ganda yang terintegrasi dengan sabun cuci piring berbahan senduduk. Pengembangannya diarahkan untuk mengurangi potensi pencemaran sekaligus mendorong tata kelola limbah dapur berkelanjutan berbasis fikih lingkungan.
Dari sisi teknologi digital, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan MIU-CONNECT. Platform kolaboratif tersebut mengintegrasikan timbangan sampah pintar berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.
Adapun UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menawarkan Berkasih Smart, sistem terintegrasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular.
Persoalan pemanfaatan air di tempat ibadah turut menjadi perhatian peserta. Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta mengembangkan ECO-WUDHU GOVERNANCE, model tata kelola air bekas wudu berbasis fiqh al-bi’ah melalui audit pemanfaatan dan penentuan prioritas penggunaan air di masjid perkotaan.
Sementara itu, tim UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menawarkan Smart Eco-Masjid sebagai laboratorium hidup ekoteologi. Model tersebut menggabungkan kecerdasan buatan dan IoT atau AIoT, akuaponik, serta gamifikasi untuk mendukung konservasi air dan ekonomi sirkular.
Inovasi lainnya datang dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melalui ECO-RETOX atau Ekoteologi Reduksi Limbah Tekstil. Tim mahasiswa kampus tersebut mengembangkan sistem filtrasi limbah produksi batik berbasis biomassa lokal yang dilanjutkan dengan pengolahan biomassa bekas pakai menjadi briket.
Gagasan tersebut berangkat dari persoalan limbah industri batik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di satu sisi, batik merupakan warisan budaya Indonesia sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Namun, keberlanjutan produksinya juga perlu diimbangi dengan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Inovasi ECO-RETOX dikembangkan oleh lima mahasiswa, yakni Indra Tri Rahayu, Rehan Putra Candra, Siti Mas Ayu Miftahurrohmah, Aliyya Safira Kahla, dan Elza Cahyaning Maharani.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!