Thomas Jr. mengatakan telah melaporkan temuannya kepada FBI, National Center for Missing and Exploited Children di Amerika Serikat, serta kepolisian negara bagian Pennsylvania pada 10 Juli.
“Apa yang saya lihat membuat perut saya mual. Semua barang itu begitu saja dibuang kepada saya, dan saya tidak tahu harus berbuat apa,” kata Thomas Jr.
“Saya langsung tahu bahwa itu sangat ilegal dan bisa membuat saya dipenjara dalam waktu lama jika tidak menyingkirkannya. Saya merasa dikhianati, marah, dan jijik. Saya pun sadar harus melaporkannya,” lanjutnya.
Thomas Markle Sr. membantah seluruh tuduhan tersebut. Dalam pernyataan kepada media pada 23 Oktober, ia menyebut tuduhan yang disampaikan putranya sebagai kebohongan.
“Itu hanya sekumpulan kebohongan. Ini menjijikkan. Saya tidak tahu mengapa Tom berusaha menghancurkan saya dengan kebohongan ini,” kata Thomas Sr.
Meghan Markle juga menyampaikan tanggapan atas kabar tersebut. Dalam pernyataan pada 23 Oktober, Duchess of Sussex itu mengatakan dirinya sangat terguncang mendengar informasi yang muncul dan menyampaikan keprihatinan terhadap anak-anak yang mungkin menjadi korban.
Surat yang dikirimkan kepada Metropolitan Police dan Royalty and Specialist Protection pada 2018 juga disebut pernah memuat tuduhan yang mengkhawatirkan terhadap ayahnya.
“Surat itu kemudian dibagikan kepada saya,” ujar Meghan.
“Surat tersebut memuat tuduhan yang meresahkan dan mengganggu terhadap ayah saya, dan saya mendapat jaminan bahwa tuduhan tersebut sedang diselidiki.” pungkasnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!