Dokter Tirta pun menyayangkan ketika banyak masyarakat protes atas kinerja pemerintah dalam menyikapi ancaman dan terjadinya Karhutla, justru mereka mendapatkan respons tidak baik dari mereka yang menjadi buzzer dan kelompok pro pemerintah.
“Dan kita ini lebih fokus saling horizontal dan digeser bahwa kalian barisan sakit hati, kalian kalah pemilu,” tandasnya.
Lulusan cum laude Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun memberikan peringatan keras kepada mereka yang hanya sekadar membela pemerintah, bahwa tidak ada urusan politik di balik protes tersebut. Mereka hanya ingin para pejabat yang digaji oleh uang rakyat melalui APBN bisa bekerja dengan sungguh-sungguh.
“Mas, Pemilu tuh udah 2024, enggak ada peduli lagi, yang kita lakukan sekarang adalah ini yang kritik ini mengkritik teman-teman yang lagi memegang kekuasaan yang digaji atas setoran pajak rakyat,” tegas Tirta.
“Jadi ini bukan soal barisan sakit hati, jangan membawa isu ini menjadi konflik horizontal, urip iku wis mumet, utekku wis mumet, kita semua tuh sudah pusing, jadi mending ya kalau kamu tidak bisa memberikan statemen yang menenangkan, mending mingkem goook,” pungkasnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...