Putri Eks American Idol Caleb Flynn Murka di Pengadilan : Kenapa Ayah Membunuh Satu-satunya Ibu yang Aku Punya?

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

“Aku sangat mencintaimu dengan sepenuh hati, dan menyedihkan melihat bahwa kamu tidak bisa mencintai siapa pun selain dirimu sendiri,” tulisnya.

Ia juga menyinggung perselingkuhan Caleb dengan Alleigha Botner, perempuan yang menurut kesaksian di persidangan pernah menjadi intern di gereja tempat Caleb bekerja.

“Ashley Flynn adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupmu. Kamu memiliki kehidupan yang luar biasa. Dan kamu memilih membuang semuanya demi seorang perempuan yang usianya setengah dari usiamu,” tulisnya.

Kalimat terakhir dari surat tersebut kembali membuat Caleb menangis.

“Aku tidak berencana datang menjengukmu,” tulis putrinya.

Persidangan sebelumnya juga mengungkap hubungan Caleb dengan Botner. Jaksa menunjukkan sejumlah pesan yang dikirim Caleb kepada perempuan tersebut sebelum kematian Ashley. Salah satu pesan yang dipaparkan di persidangan berbunyi bahwa Caleb memilih Botner dan merasa dirinya sudah bebas.

Jaksa juga menuding Caleb berusaha memengaruhi kedua putrinya setelah kematian Ashley. Dalam dokumen penuntutan, disebutkan bahwa Caleb berbicara secara pribadi dengan masing-masing anak sebelum mereka menjalani pemeriksaan dan mengatakan bahwa keterangan mereka dapat menentukan apakah dirinya hidup atau mati.

Ashley sendiri dikenang sebagai sosok ibu yang sangat dekat dengan kedua putrinya. Keluarga menyebut Ashley sebagai ibu yang penuh kasih dan selalu mengutamakan anak-anaknya.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Ashley bahkan menghabiskan waktu bersama kedua putrinya untuk merayakan Galentine’s Day. Mereka melakukan perawatan di rumah, menata rambut, mengecat kuku, membuat kue hingga menonton Cinderella bersama.

Salah satu putrinya menggambarkan hubungan tersebut dengan sederhana namun menyayat hati.

“Ibu adalah sahabat terbaikku. Aku sangat merindukannya,” tulisnya.

Di hadapan hakim, Caleb sendiri tetap membantah telah membunuh istrinya. Sambil menangis, ia meminta maaf kepada kedua putrinya dan keluarga Ashley serta mengakui telah mengecewakan istrinya, tetapi tetap menyatakan dirinya tidak bersalah atas pembunuhan tersebut.

Namun, juri sebelumnya telah menyatakan Caleb bersalah atas aggravated murder, felonious assault dan sejumlah dakwaan terkait manipulasi barang bukti. Hakim Jeannine Pratt kemudian menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU