Meski begitu, pemerintah tetap mengambil langkah pencegahan.
Orang-orang yang dinilai memiliki kemungkinan berkaitan dengan kasus tersebut dipantau untuk mengantisipasi perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Perhatian terhadap kasus ini bermula setelah korban diketahui baru saja melakukan perjalanan dinas ke Buryatia.
Media Rusia Mash sebelumnya melaporkan adanya dugaan pes pneumonik yang dialami korban setelah perjalanan tersebut.
Informasi itu kemudian memunculkan kekhawatiran karena Buryatia berada di kawasan Siberia timur dan dekat dengan perbatasan Rusia-Mongolia.
Kawasan tersebut sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan laporan mengenai wabah.
Namun, laporan tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa penyakit yang menyebabkan kematian pegawai institut tersebut merupakan pes.
Pes sendiri dapat muncul dalam beberapa bentuk.
Salah satunya adalah pes pneumonik yang menyerang sistem pernapasan.
Karena karakteristiknya, dugaan kasus semacam ini dapat menjadi perhatian serius otoritas kesehatan.
Akan tetapi, dalam kasus terbaru Rusia, pemeriksaan resmi masih belum memberikan kepastian mengenai jenis penyakit yang diderita korban.
Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Amerika Serikat.
Gedung Putih disebut mengetahui laporan mengenai dugaan kasus tersebut sekaligus langkah pengawasan yang dilakukan Rusia.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...