Armada yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka, KN Basudewa, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP 7017 Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KRI Lepu, KRI Leuser, KRI Karambit, dan RBB Pulau Peucang.
Selain kapal, operasi juga diperkuat dengan pesawat nirawak termal atau thermal drone.
Tim turut membawa peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
“Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad.
Memasuki hari keempat, operasi pencarian tidak lagi hanya berfokus pada wilayah sebelumnya.
Basarnas memperluas area menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus.
Total luas wilayah pencarian mencapai sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.
Perluasan area dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Namun, operasi pencarian tetap mempertimbangkan kondisi alam di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Cuaca, arah angin, hingga paparan abu vulkanik menjadi faktor yang harus diperhitungkan oleh seluruh tim SAR.
Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–20 knot.
Sementara itu, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5–2,5 meter.




