JAKARTA — Waktu Subuh merupakan salah satu bagian istimewa dalam keseharian seorang Muslim. Saat sebagian orang masih terlelap, seorang hamba justru diajak untuk bangun, berwudhu, menunaikan ibadah, mengingat Allah SWT, kemudian memulai aktivitas dengan penuh keberkahan.
Dalam rangkaian ibadah pagi tersebut, terdapat beberapa amalan yang memiliki keutamaan besar, di antaranya shalat sunnah qobliyah Subuh, shalat Subuh berjamaah di masjid, serta bersedekah pada pagi hari.
Ketiganya dapat menjadi kebiasaan sederhana yang mengawali hari dengan ibadah. Bahkan, sejumlah dalil menunjukkan betapa besarnya nilai amalan yang dilakukan pada waktu menjelang dan setelah Subuh.
Qobliyah Subuh, Dua Rakaat yang Lebih Baik dari Dunia
Qobliyah Subuh adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum shalat fardhu Subuh. Shalat ini juga dikenal sebagai sunnah Fajar.
Keutamaannya sangat besar. Rasulullah SAW bahkan menggambarkan dua rakaat tersebut dengan sesuatu yang nilainya melebihi dunia dan seluruh isinya.
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya : “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim nomor 725a.
Hadis ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan qobliyah Subuh. Dua rakaat yang secara fisik hanya membutuhkan waktu beberapa menit ternyata memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Karena itu, qobliyah Subuh bukan sekadar shalat sunnah yang dilakukan ketika seseorang memiliki waktu luang. Rasulullah SAW sangat menjaga dua rakaat tersebut.
Dalam riwayat lain dari Aisyah RA disebutkan bahwa ia tidak melihat Rasulullah SAW begitu menjaga shalat sunnah seperti penjagaan beliau terhadap dua rakaat sebelum shalat Subuh.
Hal ini menjadi pelajaran bahwa seorang Muslim hendaknya berusaha tidak meremehkan qobliyah Subuh meskipun hanya dua rakaat.
Mengapa Qobliyah Subuh Begitu Istimewa?
Salah satu hikmahnya adalah karena qobliyah Subuh menjadi ibadah yang dilakukan pada waktu ketika seseorang harus melawan rasa malas dan kantuk.
Bangun sebelum matahari terbit membutuhkan kesungguhan. Seorang Muslim meninggalkan kenyamanan tempat tidur demi memenuhi panggilan ibadah.



