HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak tujuh perusahaan telah melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga 28 Agustus 2026. Dari aksi korporasi tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Berdasarkan data pipeline BEI per 28 Agustus 2026, masih terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham BEI.
Jika dilihat berdasarkan klasifikasi aset yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat dua perusahaan dengan aset skala kecil, yakni aset di bawah Rp50 miliar.
Kemudian, terdapat dua perusahaan dengan aset skala menengah, yaitu perusahaan dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, sebanyak tiga perusahaan memiliki aset skala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.
Dari sisi sektoral, pipeline IPO BEI masih didominasi sektor Healthcare dengan empat perusahaan. Selanjutnya, masing-masing terdapat satu perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, Energy, dan Industrials.
Sementara itu, belum terdapat perusahaan dalam pipeline IPO dari sektor Basic Materials, Consumer Cyclicals, Financials, Infrastructures, Properties & Real Estate, Technology, serta Transportation & Logistic.
Selain pasar saham, aktivitas penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) juga menunjukkan aktivitas yang cukup besar. Hingga 28 Agustus 2026, BEI mencatat telah diterbitkan 122 emisi dari 62 penerbit EBUS, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp112 triliun.
Pada periode yang sama, terdapat 14 emisi dari sembilan penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline BEI.
Berdasarkan sektor, pipeline EBUS terdiri dari dua perusahaan sektor Basic Materials, tiga perusahaan Energy, satu perusahaan Financials, satu perusahaan Industrials, dan dua perusahaan Infrastructures.
Sementara itu, tidak terdapat perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Healthcare, Properties & Real Estate, Technology, maupun Transportation & Logistic dalam pipeline EBUS tersebut.
Untuk aksi korporasi melalui rights issue, BEI mencatat 15 perusahaan tercatat telah menerbitkan rights issue per 28 Agustus 2026. Total nilai rights issue yang telah diterbitkan mencapai Rp15,85 triliun.
Di sisi lain, masih terdapat satu perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline rights issue BEI. Perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate.
Sementara sektor Basic Materials, Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Energy, Financials, Healthcare, Industrials, Infrastructures, Technology, serta Transportation & Logistic masing-masing tercatat nihil dalam pipeline rights issue.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...