KPK Sebut Eks Dirut Bank Jabar Yuddy Renaldi Tahu Dugaan Aliran Dana Non-Budgeter ke Ridwan Kamil

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyebut mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB (BJBR) Yuddy Renaldi (YR) mengetahui soal pengelolaan dana non-budgeter hasil dari rasuah pengadaan penempatan atau placement iklan Bank BJB. Tak terkecuali aliran uang dana non-budgeter ke sejumlah pihak, termasuk salah satunya diduga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan sejumlah hal terkait dugaan korupsi placement iklan Bank BJB hingga dana non-budgeter didalami penyidik saat memeriksa Yuddy Renaldi sebagai tersangka, Kamis (13/8/2026).

“Pemeriksaan oleh penyidik terhadap tersangka saudara YR selaku Direktur Utama Bank BJB 2019-2024, didalami pengetahuannya yang bersangkutan terkait dengan proses dan mekanisme pengadaan barang dan jasa, yaitu penempatan media terkait dengan pengadaan iklan yang dilakukan oleh Bank BJB. Termasuk juga soal dana non-budgeter yang disisihkan dari pengadaan iklan tersebut, peruntukannya untuk apa,” ucap Budi dalam keteranganya, seperti dikutip Holopis.com, Jumat (14/8/2026).

Diduga pengelolaan dana non-budgeter itu berada dalam ruang lingkup divisi Corporate Secretary BJB yang saat itu komandoi tersangka Widi Hartoto.

“Karena memang sebagai Direktur Utama, tentu mengetahui secara keseluruhan proses bisnis dan juga keputusan-keputusan yang dilakukan di Bank BJB,” ungkap Budi.

Budi memastikan, penyidik masih terus mendalami aliran dana non-budgeter. Termasuk yang diduga mengalir ke Ridwan Kamil. Terlebih, KPK telah mengantongi bukti dan informasi adanya dugaan permintaan dari pihak eksternal kepada PT Bank BJB untuk menyiapkan dana non-budgeter tersebut.

“Itu masih akan didalami untuk penyidikan ke depannya ya, ke mana saja aliran dana non-budgeter tersebut, kepada siapa saja, untuk kebutuhan apa saja. Karena memang ada dugaan permintaan dari pihak eksternal kepada PT Bank BJB untuk menyiapkan dana non-budgeter tersebut,” kata Budi.

Dugaan aliran uang dari dana non-budgeter untuk pengondisian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga tak luput didalami penyidik. KPK menduga uang nonbujeter yang disisihkan dari pengadaan iklan senilai lebih dari Rp 400 miliar tersebut untuk menyuap oknum di BPK mengurus temuan audit.

“Terkait untuk siapa saja, untuk apa saja dana non-budgeter di luar yang terealisasi untuk pengadaan belanja iklan tersebut, nanti kita akan dalami, kita akan telusuri,” tegas Budi.

Dugaan pihak yang terlibat atau diuntungkan dalam rasuah ini mencuat dari kegiatan penggeledahan dan pemeriksaan yang telah dilakukan penyidik. Sebelumnya penyidik telah memeriksa Ridwan Kamil, mantan anggota V BPK RI Ahmadi Noor Supit dan mantan Staf Ahli anggota V BPK Melly Kartika Adelia.

“Terlebih dalam rangkaian penyidikan perkara ini, sebelumnya KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk pendalaman soal aliran dana non-budgeter tersebut. Bahkan beberapa sudah dilakukan penyitaan atas aset yang diduga terkait ataupun bersumber dari dana non-budgeter ini,” ujar Budi.

Di antara aset terkait Ridwan Kamil yang disita yakni motor Royal Enfield dan Mercedes Benz ‘Gullwing’ 300 SL. Motor Royal Enfield disita dari rumah Ridwan Kamil. Sementara mobil Mercedes Benz ‘Gullwing’ 300 SL yang diduga dibeli Ridwan Kamil dari tangan keluarga Wakil Presiden B. J. Habibie disita dari sebuah bengkel di Bandung.

“Benar, salah satunya penyitaan mobil antik yang dibeli oleh saudara RK dari saudara IH, di mana pembayaran yang dilakukan oleh saudara RK kepada saudara IH ini belum 100 persen ya, sehingga kami tentunya menyita apa yang kemudian benar-benar terkait dengan aliran uang dana non-budgeter tersebut,” ujar Budi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Rangga Tranggana
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Rangga Tranggana, Ronald Steven
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU